Sama koq mas.. :D saya bukan penonton TV, walaupun sekarang saya bekerja sebagai Art Director di sebuah program TV pendidikan yang sedang digarap.
Saya paling nonton Empat Mata di Trans7, MTV Lokal Abiess di Global TV, dan Just For Laugh di TPI.. sisanya sih AXN, Discovery Channel, National Geographic, Disney Channel, sama DW-TV (Euromaxx) Motulz john simon <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Mas Motul, Kalau secara umum dari 28 juta sekian penonton itu mayoritas bekerja dari pagi sampai sore, terus sampai rumah sekitar jam 7 atau jam 8 malam seperti masyarakat urban Jabotabek, maka logis saja kalau mereka butuh hiburan yang ringan-lucu-tidak ruwet, seperti sinetron, infotainment dll. Masak sudah lelah physically and mentally masih disuguhi "Diskusi Ilmiah" atau "Perkembangan Flora & Fauna" ala National Geographic (misalnya), Mas Motul? Jangan-jangan baru 5 menit saja penontonnya sudah...kelenger atau ketiduran! Idealnya nonton TV tidak perlu berjam-jam, sehingga timbul berbagai dampak sampingan seperti kegendutan (karena nonton TV sambil ngemil) atau gampangnya aja tagihan PLN melonjak. Sharing saja Mas Motul, saya membatasi diri nonton TV maksimal 2 jam per hari (kecuali hari libur). Itupun juga selektif, misalnya nonton berita 1/2 jam (CNN, BBC), 1/2 jam siaran bola (ESPN), sisanya hiburan. Kalau ada berita heboh/bencana Dalam Negri, ya sudah pasti saya beralih channel ke Metro TV. Salam.
