Bagi saya, ini merupakan tindakan "SHOW OFF" aja. Untuk menunjukkan kepada 
masyarakat / DPR bahwa Departemen Perhubungan melakukan tindakan (yang nampak 
TEGAS).

Terlepas dari maskapai mana yang layak atau tidak layak saya kira semua kembali 
kepada PIHAK KELAIKAN PERHUBUNGAN UDARA. Bagaimana mungkin pihak kelaikan tidak 
melakukan pekerjaannya dalam mengawasi semua aturan kelaikan penerbangan. Bagi 
saya ini omong kosong. Yang musti di audit itu bukan maskapainya TAPI jajaran 
direktorat departemen perhubungan-nya!

Bagaimana bukan show-off.. ketika dihantam berkali-kali oleh kecelakaan baru 
melakukan audit. Bagaimana dengan PERHUBUNGAN DARAT? Bus? kereta api? Pernahkan 
dilakukan audit? masuk kategori berapa tuh Kereta Api JABOTABEK?

Jangan lah kita menjadi lega atas sikap yang seolah-olah merupakan tindakan 
efektif padahal sekedar tindakan dadakan untuk "asal masyarakat senang".

Maka.. yang musti diperbaiki saat ini adalah jajaran direktorat Departemen 
Perhubungannya. Bagaimana pun regulator lah yang punya wewenang dalam mengatur 
jalannya system perhubungan di negara ini. Bukan operatornya.

Motulz


> Berikut adalah ranking maskapai penerbangan didasarkan tingkat pemenuhan
> standar keamanan.
>
> Sumber Kementerian Perhubungan RI.
>
> Untuk jenis pesawat berbadan lebar.
>
> Kategori 1
> (memenuhi syarat penerbangan sipil)
>
> -tidak ada-
>
> Kategori 2
> (memenuhi syarat minimal keselamatan penerbangan sipil namun ada beberapa
> syarat yg belum dilaksanakan)
>
> 1. Garuda Indonesia
> 2. Merpati Nusantara Airlines
> 3. Mandala Airlines
> 4. Trigana Air Service
> 5. Pelita Air Service
> 6. Indonesia Air Asia
> 7. Lion Air
> 8. Wing Air
> 9. Riau Airllines
> 10. PT. Express Transp AntarBenua (charter)
> 11. Sriwijaya Air
> 12. PT. Travel Express Aviation Service
> 13. PT. Republik Express Airlines
>
> Kategori 3
> (memenuhi standar minimal penerbangan sipil namun ada beberapa syarat yg
> belum dilaksanakan dan berpotensi mengurangi keselamatan)
>
> 1. Kartika Airlines
> 2. Batavia Airlines
> 3. Trans Wisata Air
> 4. Tri MG Intra Asia Airlines
> 5. PT. Manunggal Air Service (cargo)
> 6. Adam Air
> 7. Jatayu Airlines
>
> Untuk jenis pesawat kecil :
>
> Kategori 1
> (memenuhi syarat penerbangan sipil)
>
> -tidak ada-
>
> Kategori 2
> (memenuhi syarat minimal keselamatan penerbangan sipil namun ada beberapa
> syarat yg belum dilaksanakan)
>
> 1. Pelita Air Service
> 2. Airfast Indonesia
> 3. Trigana Air Service
> 4. PT. Travira Utama
> 5. PT. Derazona Air Service
> 6. PT. National Utility Helicopter
> 7. Deraya Air taxi
> 8. PT. SMAC
> 9. PT. Indonesia Air Transport
> 10. PT. Gatari Air Service
> 11. PT. Intan Angkasa Air Service
> 12. PT. Air Pacific Utama
> 13. PT. Trans Wisata Prima Aviation
> 14. PT. Pura Wisata Baruna
> 15. PT. Penerbangan Angkasa Semesta
> 16. PT. Aviastar Mandiri
> 17. Balai Kalibrasi Penerbangan
> 18. PT. Ekspress Transp AntarBenua
> 19. PT. Sampoerna Air Nusantara
> 20. PT. Eastindo
>
> Kategori 3
> (memenuhi standar minimal penerbangan sipil namun ada beberapa syarat yg
> belum dilaksanakan dan berpotensi mengurangi keselamatan)
>
> 1. PT. Helizona (non aktif)
> 2. PT. Sayap Garuda Indah
> 3. Survei Udara Penas
> 4. PT. Gemania Trisila Air
> 5. PT. Dirgantara Air Service
> 6. PT. Kura-kura Aviation
> 7. PT. Asco Nusa Air
> 8. PT. Atlas DeltaSatya
> 9. PT. Asi Pudjiastuti
> 10. PT. Dabi Air Nusantara
> 11. PT. Air Transport Service
> 12. PT. Aliansi Upataraksa Indonesia
> 12. PT. Alfa Trans Dirgantara
> 14. PT. Prodexim
>
> Ranking diterbitkan 22 Mar 2007

Kirim email ke