Mempunyai mimpi untuk menjadi bangsa yang berani, bangsa yang bebas, bangsa
yang terdidik, bangsa yang mampu berdiri diatas kaki sendiri.......sudah
dicanangkan didalam untaian kalimat Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 yang
dituliskan oleh para pendiri republik ini.
Visi dan misinya sudah disampaikan oleh ir. Soekarno pada setiap Agustusan
dan di rupiahkan dalam RAPBN setiap tahun.
Suharto juga telah menjabarkan visi dan misinya dalam Repelita dan
dilaksanakan setiap tahun berdasarkan anggaran negara.
Mungkin saya kurang teliti, pada masa Habibi , Gus Dur dan Megawati tidak
terbaca adanya visi dan misi pemerintahannya. Begitu pula masa SBY, hanya ada
pelaksanaan pekerjaan tanpa visi dan misi.
Sekarang ada Visi Indonesia 2030, setelah banyak negara lain
mempersiapkannya......dan memang seharusnya demikian, karena tanpa tujuan yang
jelas tentulah arah perjalanan republik ini juga tidak jelas.
Tinggal bagaimana menjabarkan visi ini dalam bentuk misi, rencana dan
pelaksanaan dengan menghadapi data kenyataan saat lalu, saat ini dan hambatan
dimasa mendatang.
Sallam,
Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0703/24/opini/3403779.htm
========================
Banyak orang pasti kaget ketika kita mencanangkan mau menjadi negara
ekonomi kelima di dunia dengan pendapatan per kapita 18.000 dollar AS
tahun 2030.
Namun, visi besar seperti itu bukanlah sesuatu yang harus dimentahkan
hanya dengan memperdebatkan itu merupakan harapan yang berlebihan atau
tidak. Itu harus dijadikan sesuatu yang disepakati dan kemudian
dijadikan tujuan kita bersama untuk bisa direalisasikan.
Segala sesuatu harus dimulai dari mimpi. It's start with a dream.
Bahkan, Presiden Soekarno sejak dulu mengajari kita untuk tidak perlu
takut dengan cita-cita besar, kalau perlu malah digantungkan di langit.
Pengalaman banyak negara menunjukkan bukanlah sesuatu yang sulit untuk
bisa merealisasikan mimpi seperti itu. Yang terpenting visi masa depan
itu menjadi kontrak sosial dan kontrak politik kita bersama agar
kemudian kita berupaya mewujudkannya.
Bangsa Korea dan bangsa China merupakan contoh negara yang mampu
mewujudkan mimpi besar mereka dalam waktu cepat. Memang perjalanannya
tidaklah mudah. Dibutuhkan kerja keras dari semua komponen bangsa itu
untuk bisa merealisasikan mimpi tersebut.
Pada akhirnya ahli ilmu sosial seperti Samuel P Huntington mengatakan,
kunci bagi sebuah bangsa untuk mewujudkan mimpinya bergantung pada
sejauh mana mereka mampu membangun kultur bangsanya. Kultur untuk mau
bekerja keras, kultur disiplin, kultur untuk bersikap hemat, kultur
untuk bangga dengan apa yang dihasilkan sendiri, kultur untuk tak
mudah menyerah, kultur untuk mau bekerja sama, kultur untuk mau
menghormati orang lain, kultur untuk tak mau kalah.
Pada kita sekarang ini kultur seperti itu belum ada. Kultur yang ada
cenderung mau gampangnya saja dan langsung berhasil. Bahkan secara
sosial yang sekarang ini terasa lebih menonjol di antara kita justru
sikap curiga, mudah menyalahkan orang lain, dan yang lebih
memprihatinkan sikap untuk mudah marah.
Untuk bisa meraih mimpi besar itu, yang perlu kita perbaiki adalah
masalah kultur tadi. Di sinilah kita mengharapkan peran para pemimpin
untuk tidak lelah-lelahnya menggedor kultur bangsa ini untuk menjadi
kultur yang kuat, bukan kultur yang lembek. Pemimpin yang berani
secara tegas mengatakan, inilah visi yang harus dituju dan mengajak
semua pihak untuk berbuat.
Sekali lagi pengalaman bangsa lain menunjukkan kehadiran seorang
pemimpin yang tegas, berani, dan mampu memberi teladan bisa mengubah
kultur sebuah bangsa. Kita bisa sebut Lee Kuan Yew di Singapura atau
Park Chung-hee di Korea.
Mimpi untuk menciptakan Indonesia yang lebih baik pada tahun 2030
tidaklah lama lagi. Hanya 23 tahun saja waktu yang kita miliki untuk
mencapai ke sana. Karena itu, sekarang bukan saatnya untuk berdebat
atau berlomba membuat konsep yang dirasakan lebih hebat.
Sekarang yang jauh kita butuhkan adalah sikap untuk menyepakati bahwa
inilah visi bersama yang ingin kita tuju. Selanjutnya kita bersama
merumuskan langkah yang harus dilakukan semua komponen bangsa untuk
mewujudkan visi kita bersama itu.
---------------------------------
Food fight? Enjoy some healthy debate
in the Yahoo! Answers Food & Drink Q&A.
[Non-text portions of this message have been removed]