Pak Bambang Adhiono,
   
  Maaf, dengan tidak mengurangi rasa hormat saya ke Presiden SBY, tetapi 
sewaktu Presiden Megawati, pengangguran lebih rendah; rupiah menguat dan 
ekonomi juga membaik. Itu juga berkat Menteri ekonominya yang cukup "becus" 
Bapak Kwik Kian Gie (salah satu Menteri favourite saya). Berarti kan punya misi 
dan visi?! Juga hutang negara (yang kebanyakan dipakai sendiri oleh sekelompok 
orang-orang tertentu untuk ber-bisnis, pada jaman ORBA), mulai dibayar kembali 
sewaktu Megawati menjadi Presiden. Dan SBY meneruskan-nya.
  Kalau sekarang kan kemiskinan dan pengangguran malahan "mem-bludak", gitu?
   
  Lha mbok kalau memang mau mempunyai visi jangka panjang; kenapa visi jangka 
pendek nya enggak di-umumkan lebih dahulu? Lima tahun kedepan sepertinya kan 
bisa menanggulangi hal-hal:
  Seperti penanggulangan Gempa di Yogya (masih belum beres, lho mas!); 
  Penduduk Sidoarjo yang terkatung-katung nasibnya.
  Wabah-wabah yang disebabkan oleh visus, yang makin menyebar di Indonesia.
  (Demam berdarah; Typhoid; HIV/AIDS, dsb). Ini kan perlu strategy jangka 
pendek, bukan?
   
  CMIIW.
   
  Salam,
  Yuli

bambang adhiono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Mempunyai mimpi untuk menjadi bangsa yang berani, bangsa yang bebas, 
bangsa yang terdidik, bangsa yang mampu berdiri diatas kaki sendiri.......sudah 
dicanangkan didalam untaian kalimat Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 yang 
dituliskan oleh para pendiri republik ini.
Visi dan misinya sudah disampaikan oleh ir. Soekarno pada setiap Agustusan dan 
di rupiahkan dalam RAPBN setiap tahun.
Suharto juga telah menjabarkan visi dan misinya dalam Repelita dan dilaksanakan 
setiap tahun berdasarkan anggaran negara.
Mungkin saya kurang teliti, pada masa Habibi , Gus Dur dan Megawati tidak 
terbaca adanya visi dan misi pemerintahannya. Begitu pula masa SBY, hanya ada 
pelaksanaan pekerjaan tanpa visi dan misi.
Sekarang ada Visi Indonesia 2030, setelah banyak negara lain 
mempersiapkannya......dan memang seharusnya demikian, karena tanpa tujuan yang 
jelas tentulah arah perjalanan republik ini juga tidak jelas.
Tinggal bagaimana menjabarkan visi ini dalam bentuk misi, rencana dan 
pelaksanaan dengan menghadapi data kenyataan saat lalu, saat ini dan hambatan 
dimasa mendatang.
Sallam, 

Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0703/24/opini/3403779.htm

Kirim email ke