Ga usa jadi pahlawan kesiangan. Bahwa dengan membela Iran berarti melawan 
hegemoni Amerika. Ini logika biner yang menempatkan dunia ini hanya pada dua 
kekuatan, yaitu Iran (sebagai tertindas) dan selebihnya adalah sekutu Amerika 
(penindas). Sungguh pikiran yang naif dan simplistis. 
   
  Penjelasan Dino sangat masuk akal. Reaksi DPR dan beberapa elit ormas Islam 
yang mempertanyakan dukungan RI atas resolusi sebenarnya terjawab dengan jelas 
dari tulisan Dino. 
   
  Masalah Iran tidak ada urusannya dengan Islam. Ini masalah politik. Dan 
sekali lagi tak ada ruginya dengan mendukung resolusi tersebut. Kita buktikan 
nanti, apakah resolusi ini efektif atau justru meningkatkan tensi ketegangan 
global.

EKO KERTAJAYA <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          
Salam

Argumen ini ada benarnya jika kita memandang program nuklir Iran tersebut
adalah untuk alasan teknis ekonomis. Namun Ahmadinejad tidak mungkin senaif
itu dalam hal ini. Nasib seperti Korut dan yang paling buruk seperti Irakpun 
tentu
sudah bisa dia prediksi. Seharusnya kita memahami visi Ahmadinejad adalah untuk
merubah dominasi global AS dan sekutu2nya yang memarginalisasi negara2
lain untuk maju. Isu nuklir itu hanya sebagian dari misi2 selanjutnya.
Cara2 konvensional sudah terbukti tidak efektif untuk setidak-tidaknya menggeser
dominasi AS. Kalo negara2 Amerika Latin bisa dan lebih efektif, kenapa kawasan
lain tidak ? Sayangnya Indonesia masih terbawa arus yang dihembuskan AS Cs
yang mungkin juga terikat oleh komitment lainnya. Maklumlah urusan dalam
negeri saja masih pakai cara2 konservatif, dan hasilnyapun bisa dilihat kasat
mata, makin amburadul. Apalagi untuk urusan luar negeri, he....he...he.....
diplomasi untuk cari selamatlah. Bisa dilihat khan hasilnya ?
Maaf jika opini saya salah

Wasallam

Kirim email ke