Salam,
Ada sedikit salah mengetik yaitu MD-82 bukan 28 karena yang 28 
adalah FOKKER -28.
FYI pesawat terbang itu menurut perhitungan kasar, hanya 
menguntungkan jika LEBIH LAMA/BANYAK berada di udara daripada di 
darat.Mengeni schedule pemeliharaan harus disesuaikan dengannya
(accorfingly).Menamng jarak2 kota di Indonesia sebenarnya terlalu 
dekat karena itu maka  yang diperlukan sebenarnya hanya pesawat2 
terbang type F-27,BE-747,type CN dsb.. Malah PERTAMA kali DULU, B-
737 DITOLAK operasinya oleh Perhubungan Udara di Indonesia karena  
mesinnya  terlalu RENDAH sehingga pernah membakar aspal di tarmac
(MDC) karena kena panas. Satu dan lain sebab maka  mesin2 B-737 yang 
baru(GE/..Prancis) di buat PIPIH(GEPENG) jadi menjadi lebih 
tinggi.Tetapi kalau terjadi crash mesin bisa total loss sedangkan 
kalau rear mounted seperti F-28,DC-9/MD-82 mesin selamat.
Wasalam, 
Wal Suparmo
--- In [email protected], "bodo_kerlchen" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Mas, saya jadi penasaran, atau cara berfikir saya yang salah .. 
data
> terakhir dari pesawat MD-28 yang celaka di Solo, berarti rata-rata
> terbang perharinya 7.76 jam ? Kaya manusia kerja lah ya .. tapi
>

Kirim email ke