Kesan yang disiratkan oleh banyak pihak, kalau kota itu penduduknya terdidik,
kaya, beradab......sedangkan di kampung atau di desa disiratkan warganya bodoh,
miskin dan biadab......Aku benar2 nggak setuju, selain karena aku tidak
bermukim di desa , akan tetapi yang banyak saya lihat penduduknya lebih beradab
dari pada yang tinggal di kota. Seperti yang disampaikan mbak Yuliati, orang
kota buang sampah sembarangan.....padahal di desa sampah organik ya di tanam.
Lingkunganku bukan warga kota, tapi rasanya lebih terdidik......rata rata
anak anak sudah mencapai tingkatan S 1 ...(bisa mencalonkan diri jadi
presiden), masjid dan gerejanya masih terdengar merdu.....jalanan dan selokan
terpelihara, tidak banjir, pohon banyak berbuah.....pagi hari masih sejuk dan
meriah oleh kicauan burung dan unggas, sore hari banyak ibu ibu dan remaja yang
bercengkerama.
Lain kali aku ke Jakarta, ....sebelum matahari tersenyum....sudah sibuk
dijalanan , sudah mengumpat karena jalan macet, atau WC mampet.....siang
sedikit dijalan kena semprot, oleh air got jadi repot. Banyak anak berkeliaran
di jalan yang gersang.....ruang hijaunya cuma 6,06% sih.... Apa enaknya? Tidak
ada.
Desa dan kampung menjadi tujuan pulang....mudik....., ujung perjuangan di
kota.....menjadi ingat tempat pulang padaNya.
Sallam,
yurskie EVONICA <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dan yang paling parah hukum pun masih di bekap dengan sifat arogansi.
padahal katanya orang kota teh pada pinter. tapi kekerasan masih menjadi
favorit dalam menyelesaikan masalah. contohnya FPI, Preman etc deh
Cheeersss
yurskie