Mungkin memang keseharian kita yang sudah terbiasa tidak beraturan, 
mau pakai roda 2 maupun roda 4 kalau mau melanggar ya melanggar, 
kalau mau menang sendiri ya menang sendiri.
Saya punya pengalaman soal kendaraan roda 2 maupun roda 4 yang 
melanggar aturan, hari ini Selasa, 3 April 2007 pukul 08.30 saya 
menyeberang di zebra cross antara mega kuningan ke mal ambasador. 
Baik pengendara roda 2 mapun roda 4 tidak ada yang memberi 
kesempatan pada saya untuk menyeberang, saya sempat nunggu, kok ya 
tidak ada yang mau berhenti malahan mempercepat laju kendaraannya. 
Akhirnya saya nekat saja menyeberang jalan. Kalau sudah begini kan 
tidak ada beda mau roda 2 atau roda 4, mungkin saja tanda zebra 
cross yang besar itu tidak terlihat atau para pengendara tidak 
mengerti arti jalan yang diberi garis putih untuk menyebarang.


--- In [email protected], "rchrdo" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Sebrutal2nya pengendara roda 4 masih kalah jauh dibandingkan
> pengendara motor.
> Terabas sana sini, tidak perduli rambu lalu lintas, melawan arah,
> naik trotoar, selip sana sini, nyenggol spion atau nabrak bemper
> terus berlagak bego (atau emang bego beneran....?), melanggar tanda
> verboden, dan masih banyak lainnya kalau mau disebutkan. Kalau 
semua
> itu bukan BRUTAL lantas apa?
> Banyak pengalaman saya yang cukup untuk menggambarkan betapa BRUTAL
> dan EGOIS para pengendara motor.
> Bayangkan udah nabrak dari belakang sampai bemper belakang saya
> lecet saat saya ngerem eh malah marahan dia.
> Pernah juga saat lampu hijau nyala saya jalan eh tiba2 dari arah
> lainnya motor dengan kencang memotong jalan. Saat hampir tertabrak
> malah pelatat pelotot.
> Terus terang kadang-kadang pengen rasanya saya tabrakin aja para
> pengendara motor itu.
> 
> Pengendara Mobil.
> 
> --- In [email protected], "Ronal Baharuddin
> Hutagaol" <ronalb@> wrote:
> >
> > Saya RASA pengendara RODA 4 JUGA termasuk BRUTAL.., saya
> perhatikan (bahkan
> > banyak mobil2 pribadi) dibeberapa jalan pengendara RODA 4 ini
> tidak berada
> > dalam JALUR, kadang ada celah yang kira2 KOSONG dan muat lebarnya
> mobil di
> > EMBAT juga.. Jangan2 SIM-nya NEMBAK tuh (mungkin karena banyak
> uang kali
> > makanya pada NEMBAK), terkadang MAIN KLAKSON padahal belom LAMPU
> HIJAU,
> > kalau lagi HUJAN dan ada GENANGAN banyak2 pengguna MOBIL ini 
tidak
> peduli
> > dengan sekitarnya (karena bukannya melambat digenangan AIR malah
> tambah
> > kencang sehingga CIPRATAN airnya mengenai orang atau motor di
> SEKITARnya).
> >
> > Maaf saya berkata demikian, karena sepertinya dari gaya tulisanya
> p'Erlangga
> > ini meremehkan orang2 yang membeli MOTOR... harusnya bisa lebih
> halus bukan
> > denga kalimat2 begitu. Karena kalau kita cari siapa yang salah,
> MOTOR,
> > MOBIL, dll itu sih tergantung orangnya, mudah2an p'ERLANGGA bukan
> salah
> > satunya. Saya pengendara MOTOR, setiap hari kekantor menggunakan
> ini, saya
> > membeli motor karena COST penggunaan motor lebih EFISIEN dan
> EFEKTIF (dari
> > Segi ONGKOS dan WAKTU) dibanding kendaraan UMUM.  Untuk MOBIL 
belum
> > MAMPU-lah saya membeli, apalagi kalau mengendari MOBIL baru,
> Jakarta TAMBAH
> > SEMPIT AJA (sekarang masih bergaya beli mobil yang ukuran 
besar2).
> >
> >
> >
> > SALAM.
> >
> > Pengendara MOTOR...
>


Kirim email ke