Kemarin saya ke Sumedang. Tepat di jalan depan kampus IPDN, rekan saya
nyeletuk. Katanya," IPDN itu kan Institut Perguruan Djotos Nasional". 

Mendengarnya, saya menghela napas. Memang, sudah berkali-kali kejadian
buruk menimpa kampus pencetak (kayak buku aja, ya) calon pegawai
negeri itu. Dulu, denger-denger, mereka menjadi camat. Lalu
akhir-akhir ini kudengar mereka menjadi lurah. 

Turun pangkatkah? Entahlah... Yang pasti kalau ke lurah pastilah
turun, tak mungkin naik. Kecuali kalau sudah berada di dasar lurah,
kalau mau ke atas, tentu saja harus naik tebingnya. 

Gede H. Cahyana
http://gedehace.blogspot.com

Kirim email ke