Salam Bung Steven dan Bung Manneke.
  
  Rasanya kita tidak bijaksana kalau menyamakan tindakan yg di lakukan  
Mahasiswa IPDN seperti pada tayangan media TV saat ini sebagai tindakan  
pendidikan militer (Kenapa juga kita selalu bersikap sinis sama militer  kita).
  
  Saya punya ponakan yang sekolah di SMU Taruna Nusantara yang sangat  kental 
dengan aturan militer karena yayasannya kan milik tentara. Dan  saya bersyukur 
sekali, dia menjadi pemuda yang disiplin, pintar dan  santun. Badan atau 
fisiknya juga bertumbuh dengan baik, kesehatannya  ok. Rambutnya selalu rapi, 
dan pakaiannya selalu saja licin.
  
  Kalau dibandingkan dengan SMU negeri atau swasta yang kata data nih  penuh 
dengan penyalah guna an obat terlarang, gimana tuh????? Pakaian  anak SMU yang 
pamer udel, rambut ala dragon ball.
  
  Kita jadi manusia yang gampang menuduh dengan udel kita, tanpa berpikir 
dengan otak.
  
  Salam hormat Bung Steven dan Manneke

steven lenakoly <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                      
            Salam,
  
Ada beberapa pesan yang saya tangkap di balik peristiwa IPTDN. Yang  pertama, 
perasaan seniori masih menjadi pahlawan dan selalu sok menjadi  pahlawan. Ini 
hampir sama dengan iklan rokok yang mengatakan, kurang  lebih, Yang Muda Yang 
Tidak Dipercaya. Senior merasa mempunyai hutang  dari perbuatan yang dilakukan 
oleh kakak kelas mereka. Jadi seperti  istilah yang tua yang berjaya. Yang tua 
menganggap yang muda atau  junior tidak memiki kemampuan apa-apa atau masih bau 
kencur sehingga  mempermainkan juniornya sewenang-wenang.
  
  Kedua, gambaran pemukulan adalah cermin bahwa gaya militer telah  mendarah 
daging sampai disekolah. Hal ini tidak dapat diatasi dengan  melakukan merger 
sekolah atau perubahan status sekolah. Karena yang  berperan adalah pesan 
turun-temurun. Aku dapat dari seniorku maka aku  harus meneruskan dan membuat 
hal yang sama dalam juniorku, itulah  kira-kira pandangan mereka.
  
  Ketiga, ada bayangan kesewenang-wenangan pemerintah dalam melayani  
masyarakat. Mereka, yang sekolah di IPDN, adalah cambah dari pelaksana  
pemerintah di tingkat Kecamatan. Saat pendidikan saja mereka telah  merasa 
bisa. Kesombongan akan, sadar atau tidak sadar, terbawa saat  nanti melayani 
masyarakat. Masyarakat yang tidak dikenalnya dengan baik  maka tidak akan 
dikasihani. Budaya ini adalah budaya kerja yang buruk.  Bagaimana bisa maju 
wong orang-orangnya kayak gini....
  
  Salam Kiri,
  Steven Lenakoly
  
  

Kirim email ke