Rekan Chairil Sanie Djailany yth, tanggapan saya ada di antara tanggapan saudara. -------------------- --- In [email protected], chairil sanie djailany <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Saya menangkap bahwa pak Bodo n pak Mulyadi dan juga rekan lain yang senada, bahwa disiplin militer adalah suatu cara mendidik yang sangat buruk kalau boleh tidak dikatakan sangat menakutkan. > Tapi saya tetap yakin rekan sekalian tetap dapat mengambil manfaat dari metoda pendidikan disilplin kemiliteran bagi keperluan di bidang lain, kecuali kalau rekan sekalian sudah secara membabi-buta tidak mau melihat kebaikan yang dapat dihasilkan oleh sistem pendidikan tersebut akibat trauma tertentu. --------------------- Tolong tujukkan postingan saya, di mana saya mengatakan bahwa disiplin militer adalah suatu cara mendidik yang sangat buruk...dst.sehingga membabi buta..... yang saudara maksudkan itu dalam konteks kasus IPDN. ---------------------- > Coba kita lihat kenyataan HASIL dari metoda pendidikan disiplin yang telah dilaksanakan dalam dunia pendidikan kita selama ini terhadap para siswa sekolah (ada berbagai bentuk metoda yaitu dari metoda baris-berbaris, upacara s.d. kepramukaan yang dilaksanakan disekolah), hasilnya sangat berbeda dengan para siswa PASKIBRA yang mendapat kesempatan pendidikan secara militer (dengan MODIFIKASI / PENYESUAIAN sesuai kebutuhan). > Sejak kecil disekolah kita telah dicekoki dengan pendidikan disiplin membentuk barisan untuk masuk ke kelas, upacara setiap senin atau hari besar nasional, cerita-cerita kepahlawanan oleh guru di kelas dan berbagai nasehat seperti disiplin buang sampah, tidak ribut dikelas dan masih banyak lagi petuah kedisiplinan lainnya. > Saya berharap rekan sekalian berpendapat demikian bukan karena trauma militeristik sehingga segala sesuatu yang berbau militer adalah hal yang HARUS dijauhi. ----------------------- 1. Saya sama sekali tidak menyangkal bahwa pendidikan kedisiplinan penting. 2. Di Paskibraka apa ada main gebuk? 3. Di Paskibraka apa ada anggota paskibraka yang mendapat tugas sebagai pengawas pelanggaran di Asrama paskibraka, yang boleh main pukul? 4. Saya sih tidak punya trauma militeristik. ----------------------- > Koruptor berjamaah di negeri tercinta ini bukanlah produk pendidikan disiplin militeristik, tetapi adalah produk mental berbangsa yang buruk, mereka melakukan korupsi bukan karena takut dengan atasan atau sebaliknya (kelompok korupsi), tetapi memang orientasi kapitalis negeri ini yang mengharuskan/mengiming-imingkan mereka untuk melakukan korupsi ditunjang lagi dengan buruknya penyelenggaraan negara, agar memiliki materi yang banyak dan dapat menikmati kehidupan serba ada dalam pergaulan sosialnya. ------------------------ Saya setuju. ------------------------
> Salam, > csd Salam Mulyadi
