Saudara Chairil Sanie Djailany, terima kasih dan saudara tidak perlu minta maaf untuk itu.
Salam Mulyadi --- In [email protected], chairil sanie djailany <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Rekan Mulyadi yth, > > Saya sudah cek tanggapan anda dan ternyata bukan nama anda yang harusnya tercantum pada postingan saya terdahulu, untuk itu saya minta maaf dan posting ini sekaligus sebagai koreksi. > > Salam, > csd > > stephanusmulyadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Rekan Chairil Sanie Djailany yth, > tanggapan saya ada di antara tanggapan saudara. > -------------------- > --- In [email protected], chairil sanie djailany > <csdjailany@> wrote: > > > > Saya menangkap bahwa pak Bodo n pak Mulyadi dan juga rekan lain yang > senada, bahwa disiplin militer adalah suatu cara mendidik yang sangat > buruk kalau boleh tidak dikatakan sangat menakutkan. > > Tapi saya tetap yakin rekan sekalian tetap dapat mengambil manfaat > dari metoda pendidikan disilplin kemiliteran bagi keperluan di bidang > lain, kecuali kalau rekan sekalian sudah secara membabi-buta tidak mau > melihat kebaikan yang dapat dihasilkan oleh sistem pendidikan tersebut > akibat trauma tertentu. > --------------------- > Tolong tujukkan postingan saya, di mana saya mengatakan bahwa disiplin > militer adalah suatu cara mendidik yang sangat buruk...dst.sehingga > membabi buta..... yang saudara maksudkan itu dalam konteks kasus IPDN. > ---------------------- > > Coba kita lihat kenyataan HASIL dari metoda pendidikan disiplin > yang telah dilaksanakan dalam dunia pendidikan kita selama ini > terhadap para siswa sekolah (ada berbagai bentuk metoda yaitu dari > metoda baris-berbaris, upacara s.d. kepramukaan yang dilaksanakan > disekolah), hasilnya sangat berbeda dengan para siswa PASKIBRA yang > mendapat kesempatan pendidikan secara militer (dengan MODIFIKASI / > PENYESUAIAN sesuai kebutuhan). > > Sejak kecil disekolah kita telah dicekoki dengan pendidikan > disiplin membentuk barisan untuk masuk ke kelas, upacara setiap senin > atau hari besar nasional, cerita-cerita kepahlawanan oleh guru di > kelas dan berbagai nasehat seperti disiplin buang sampah, tidak ribut > dikelas dan masih banyak lagi petuah kedisiplinan lainnya. > > Saya berharap rekan sekalian berpendapat demikian bukan karena > trauma militeristik sehingga segala sesuatu yang berbau militer adalah > hal yang HARUS dijauhi. > ----------------------- > 1. Saya sama sekali tidak menyangkal bahwa pendidikan kedisiplinan > penting. > 2. Di Paskibraka apa ada main gebuk? > 3. Di Paskibraka apa ada anggota paskibraka yang mendapat tugas > sebagai pengawas pelanggaran di Asrama paskibraka, yang boleh main pukul? > 4. Saya sih tidak punya trauma militeristik. > ----------------------- > > Koruptor berjamaah di negeri tercinta ini bukanlah produk > pendidikan disiplin militeristik, tetapi adalah produk mental > berbangsa yang buruk, mereka melakukan korupsi bukan karena takut > dengan atasan atau sebaliknya (kelompok korupsi), tetapi memang > orientasi kapitalis negeri ini yang mengharuskan/mengiming-imingkan > mereka untuk melakukan korupsi ditunjang lagi dengan buruknya > penyelenggaraan negara, agar memiliki materi yang banyak dan dapat > menikmati kehidupan serba ada dalam pergaulan sosialnya. > ------------------------ > Saya setuju. > ------------------------ > > > Salam, > > csd > > Salam > Mulyadi >
