Saya kira, pertanyaan saya tidak terbalik. Soeharto adalah produk
masyarakat dan budayanya. Tanpa ada Soeharto pun, penyimpangan-penyimpangan
dalam masyarakat (termasuk Jawa) sudah ada sejak dulu. Dengan kata lain,
penyimpangan (deviance) sebenarnya merupakan realita yang "inherent" dalam
setiap masyarakat. Singkatnya :
1) Korupsi sudah lama ada di Nusantara sejak sebelum jaman Soeharto, misalnya
korupsi di kalangan bangsawan Banten pada era Douwes Dekker (lihat Max
Havelaaar). Jangan lupakan pula korupsi VOC.
2) "Sejarah palsu" mestinya dipandang sebagai bagian dari dinamika realita
historis dan ini kewajiban para ahli sejarah untuk meluruskannya. Apalagi
pemalsuan sejarah mungkin juga terjadi pada periode-periode sejarah Nusantara
sebelumnya. Misalnya, sejarah berdirinya Singosari, Majapahit, Demak sampai
Mataram masih banyak yang dipertanyakan dan perlu diluruskan. Tak dapat
dilupakan, terdapat karya satra seperti Pararaton, Negarakertagama dan Sutasoma
maupun Babad Tanah Jawi yang ditulis dari sudut pandang penguasa. Karya-karya
monumental itu sering menjadi referensi sejarah.
3) Budaya Jawa tidak diciptakan Soeharto. Budaya Jawa adalah produk dari
suatu proses kristalisasi rasa dan karsa leluhur Jawa sejak jaman Pra Sejarah.
Saya kira, kurang tepat jika Soeharto dianggap "menciptakan budaya". Soeharto
hanya "menafsirkan" budaya Jawa sesuai dengan pemahaman pribadi demi keuntungan
pihaknya.
Terlepas dari itu semua, sebagai individu, Soeharto adalah produk dari suatu
"proses sosio-historis" yang sebenarnya juga dialami oleh orang-orang Indonesia
sejamannya.
Salam,
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Re: Sosok Soeharto Harus Dilihat secara Lebih Lengkap Posted by: "manneke
budiman" [EMAIL PROTECTED] Mon Apr 16, 2007 3:44 am (PST) Pertanyaannya
kebalik semua. Mestinya:
1. Bagaimana Suharto 'melahirkan' Indonesia yang korup?
2. Bagaimana Suharto 'membentuk' sejarah yang palsu?
3. Bagaimana Suharto 'menciptakan' budaya Jawa yang menguntungkan rejimnya?
manneke
Endiarto Wijaya <[EMAIL PROTECTED] fr> wrote:
Bagi saya, buku semacam itu merupakan suatu literatur sosio-historis yang
menarik untuk dibaca. Terlepas dari pro dan kontra terhadap Soeharto, bagaimana
jika buku itu juga dipahami sebagai "media introspeksi" tentang :
1. Bagaimana Indonesia "melahirkan" Soeharto?
2. Bagaimana sejarah membentuk Soeharto?
3. Bagaimana budaya (Jawa) dan nilai-nilai sosial yang kita miliki menciptakan
Soeharto?
Saya belum membaca buku itu, namun, hemat saya, kajian ilmiah seperti itu patut
dilakukan ketika kita ingin memahami para tokoh Indonesia lainnya, seperti KH
Ahmad Dahlan, Soedirman, Ki Hajar Dewantoro dan Douwes Dekker.
Salam,
---------------------------------
Découvrez une nouvelle façon d'obtenir des réponses à toutes vos questions !
Profitez des connaissances, des opinions et des expériences des internautes sur
Yahoo! Questions/Réponses.
[Non-text portions of this message have been removed]