Hemat saya :
   
  1. Tidak ada korupsi yang disponsori negara. Tapi sistem yang ada (pada jaman 
Orde Baru) memang memungkinkan terjadinya korupsi. Sampai sekarang pun masih 
banyak terjadi korupsi walau Soeharto tidak lagi berkuasa dan ini lebih 
disebabkan oleh sistem yang belum sempurna menutup celah-celah korupsi.
   
  2. Kitab Pararaton yang berisi riwayat Raja Singosari mengaburkan antara lain 
asal usul Ken Arok dan motif pembunuhan terhadap Tunggul Ametung (Akuwu 
Tumapel). Siapa Ken Arok? Ini juga tidak jelas. Jika dia hanya murni "begal" 
yang beroperasi di wilayah Dinoyo, Turianpada/ Turen hingga Gunung Kawi 
(Kabupaten Malang), pasti dia tidak bisa begitu saja diterima sebagai pemimpin 
Singosari mengingat kuatnya Stratifikasi Sosial model Hindu pada waktu itu. Ada 
dugaan, Ken Arok adalah anak gelap dari seorang ningrat pada waktu itu sehingga 
ketika dia berhasil menggulingkan Tunggul Ametung, rakyat Tumapel tidak menolak 
dia menjadi pemimpin baru.
   
  3. Kitab-kitab peninggalan Majapahit "mengaburkan" jasa-jasa tokoh seperti 
Ranggalawe, Lembu Sora dan Mpu Nambi. Jasa Ranggalawe terhadap Majapahit tidak 
kecil, namun dia lebih dikenal sebagai pemberontak. Begitu pula jasa Lembu 
Sora. Tapi yang lebih dikenal malah Gajah Mada yang sebenarnya seorang 
"Jenderal" ambisius. Padahal apa jadinya jika, misalnya, Ranggalawe membiarkan 
Raden Wijaya (pendiri Majapahit) dikejar-kejar anak buah Patih Kebo Mundarang 
(Patih Kediri) setelah Singosari hancur?   
   
  4. Kitab Pararaton dan Negarakertagama memang ditulis untuk kepentingan Raja. 
Tapi justru dua kitab itu banyak menjadi acuan untuk memahami sejarah Singosari 
dan Majapahit. Tak ada peneliti sejarah Singosari dan Majapahit yang 
mengabaikan dua kitab itu begitu saja.  Jadi pada akhirnya, rakyat seperti kita 
pun mempelajari sejarah dari dua kitab itu secara tidak langsung. Untungnya, 
mulai banyak kajian kritis terhadap isi kitab-kitab seperti itu.
   
  Sebenarnya saya tidak ingin mengatakan kitab-kitab tersebut memalsukan 
sejarah. Namun mengingat semuanya ditulis untuk kepentingan Raja (His Story), 
kita mesti perlu membaca secara kritis. Misalnya, untuk memahami tokoh seperti 
Ranggalawe, kita juga perlu merujuk pada cerita tutur tentang Ranggalawe di 
kalangan warga Tuban.
   
  Sebagai penutup, saya hanya ingin mengatakan bahwa "sejarah yang bengkok" 
atau yang "palsu" adalah bagian dari realita sejarah juga. Adalah tugas para 
sejarawan untuk tidak berhenti melakukan kajian-kajian secara kritis agar tidak 
membingungkan orang awam seperti saya.
   
  Salam, 
   
  
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  Re: Sosok Soeharto Harus Dilihat secara Lebih Lengkap   Posted by: "manneke 
budiman" [EMAIL PROTECTED]   Tue Apr 17, 2007 12:19 am (PST)   Perhatikan bahwa 
semua kata kerja yang saya pakai untuk atribut Pak Harto diapit oleh tanda 
kutip. Jadi, mohon tak diartikan secara harfiah. 

1. Korupsi memang telah ada sejak zaman dahulu kala. Tapi, korupsi yang 
disponsori negara baru di Indonesia ada zaman Orba. Zaman Belanda, kalo ketauan 
korupsi langsung digebuk. Zaman Orba, korupsi boleh asal direstui dan 
"bagi-bagi" dengan penguasa tertinggi. Jadi, nggak salah kalo dibilang bahwa 
Orba "melahirkan" Indonesia yang korup (bukan Majapahit, bukan VOC, tapi 
INDONESIA).

2. Yang sudah jelas dipalsu secara vulgar dan abis-abisan adalah sejarah 
Indonesia sejak 1945 hingga 1966, dan ini ulahnya Orba. Apakah Negarakertagama, 
Pararaton, dsb, juga memalsukan sejarah? Entahlah. Anda punya sumber, atau cuma 
bermungkin-mungkin saja? Jangan lupa, kitab-kitab Pararaton dan Negarakertagama 
ditulis untuk raja-raja penguasa masa itu, bukan untuk pelajaran sejarah 
rakyat. Ilmu sejarah modern bekerja atas dasar ilmiah dan merupakan bagian dari 
pendidikan publik. Jadi, tak sepenuhnya sama dengan kitab-kitab kronikel zaman 
dahulu.

3. Ya memang itulah maksud dari tanda kutip pada kata "menciptakan" . Kalo 
secara harfiah ditafsirkan bahwa Suharto pencipta budaya Jawa, ya memang jadi 
tak masuk di akal. Hang loose, my friend.

manneke


             
---------------------------------
 Découvrez une nouvelle façon d'obtenir des réponses à toutes vos questions ! 
Profitez des connaissances, des opinions et des expériences des internautes sur 
Yahoo! Questions/Réponses.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke