Ada beberapa hal yang menyebabkan citra PNS menjadi buruk :
1. Jalur birokrasi yang panjang dalam setiap departemen ataupun lembaga
pemerintahan lainnya telah membuka peluang terjadinya pungli dan korupsi dalam
setiap proses administrasi negara yang harus dijalankan oleh warganegara.
2. Tidak adanya peraturan dan sanksi yang tegas bagi oknum2 pejabat negara
yang melakukan hal2 yang ada di atas.
3. Adanya dua hal di atas kemudian melahirkan sistem birokrasi yang berbelit
dan berpeluang terhadap adanya korupsi (sampai ada jargon, "kalau bisa
dipersulit, kenapa harus dipermudah?").
4. Ini ada kaitannya dengan kenaikan gaji PNS yang dibahas di sini. Adanya
peluang untuk melakukan pungli dan korupsi ini diperparah dengan keadaan PNS
yang bergaji kecil, sementara kebutuhan hidup terus meningkat karena harga2
yang semakin tinggi.
So, adanya isu kenaikan gaji PNS ini akan lebih efektif untuk benar2
meningkatkan kesejahteraan PNS dan untuk menghilangkan stigma buruk terhadap
PNS apabila terjadi kondisi2 seperti dibawah ini :
1. Pemotongan jalur birokrasi di badan2 dan lembaga2 pemerintahan (efisiensi
dan efektifitas kerja di badan2 dan lembaga2 tersebut harus ditingkatkan).
2. Adanya peraturan yang memberikan sanksi yang tegas kepada PNS yang
melakukan pungli dan korupsi.
3. Adanya good will dari pemerintah untuk membuat kebijakan ekonomi
kerakyatan yang meningkatkan kesejahteraan rakyat (kata beberapa teman saya ini
suatu hal yang tidak mungkin. Betulkah?). Bukankah menjadi percuma ketika ada
kenaikan gaji, tapi diikuti dengan kenaikan harga2 barang kebutuhan pokok? Dan
inilah yang biasanya terjadi.
Salam,
Asri, PNS Komnas HAM
Iwan Wibawa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
kenaikan gaji PNS ke batas yang wajar patut didukung sebagai upaya
pemerintah untuk meningkatkan taraf hidup PNS, namun peningkatan gaji PNS tidak
berbanding lurus dengan peningkatan performance PNS, kemaren kawan saya datang
ke Kantor BPN (badan pertanahan nasional) untuk peningkatan status HGB, hanya
memasukan berkas dan menunggu tanda terima diperlukan waktu 3 jam, padahal
sudah kasih angpau 100 rb plus biaya resmi 99 ribu, jadi memperbaiki mental
yang sudah rusak diperlukan waktu dan usaha dari kita semua agar kinerja PNS
bisa meningkat ke service level excellent.
gaji presiden yang hanya rp 32 juta terlalu kecil dengan beban jadi presiden
negeri yang compang camping, namun aneh jabatan dengan gaji sekecil begitu
banyak orang bersedia 'die hard', untuk jadi presiden, namun setidaknya saya
bisa bersyukur gaji saya lebih besar dari gaji presiden...he...he..he
salam
iwan
Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Gaji Presiden Rp 32 Juta Per Bulan
http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0704/18/ekonomi/3464238.htm