Mungkin saja Poly executor...mungkin saja. Namun adakah motif Poly untuk
mebunuh Munir ? Apalagi dengan perencanaan yang vegitu rumit, rapi dan matang.
Motif...sekali lagi motif, ini yang paling dilupakan dari seluruh pembuktian
kasus Munir. Begitu juga dengan pramugari dan crew pesawat yang lain. Selama
ini tidak pernah berinteraksi, tidak ada dendam atau motif apapun sehingga
jelas mereka tidak punya kepentingan secuilpun dengan wafatnya Munir.
Jadi, KALAUPUN Poly adalah sang Executor, mustahil dia sekaligus otak
perencana. Soalnya sebenarnya simpel, beranikah SBY membongkar seluruh
......ehm ehm...keanehan ini ?
Kita disuruh percaya yang beginian ? Kita disuruh mencatat berbagai kepalsuan
ini sebagai sejarah bangsa dan tanah air kita ? Bung karno mengatakan Jangan
melupakan Sejarah. Para pemimpin saat ini menyuruh kita. Mari Memalsukan
Sejarah dan Belajar dari Kepalsuan itu.
Irry
guntoro soewarno <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
salam
Kita wajib bersyukur, kematian pejuang HAM munir mulai terungkap dengan jelas
dan gamblang. Dan fakta membuktikan polycarpus ternyata asli pembunuh Munir.
Isteri poly yang sik pejuang juga ternyata pernah mencoba menghilangkan barang
bukti dengan cara membakar buku harian Poly. Muantaap. Siapa menebar angin,
sehebat apapun berkelit, dia lah yang akan tetap menuai badai. Selamat buat
TEMPO DAN RCTI.
Salam
guntoro soewarno