INDUSTRI SENJATA AS = INDUSTRI ROKOK INDONESIA??

Saya coba mengambil angle yang berbeda, dengan menarik sisi yang sejenis
dengan yang berlaku di negara kita.

Saya melihat pemberlakuan pelarangan atau pengontrolan ketat kepemilikan
senjata api di USA sama seperti kampanye pemberlakuan larangan merokok di
tempat-tempat umum di Indonesia. Sama-sama susah!. Karena di dua negara ini
dua industri tersebut (senjata api dan rokok) menempati urutan-urutan
pertama penyumbang pajak dan lapangan kerja terbesar bagi negara pantes aja
kalau lobby-lobby mereka begitu kuat.

Lebih jauh lagi, di USA sejak jaman perang Vietnam telah banyak pengamat
yang mencoba menelisik andil industri-industri senjata terhadap sikap USA
dalam memandang konflik-konflik bersenjata di dunia. Film "JFK" besutan
sutradara Oliver Stone dan dibintangi Kevin Costner sempat menimbulkan
kontroversi ketika dirilis pada tahun 1991 karena alur ceritanya yang
menafsirkan pembunuhan JFK pada tahun 1963 adalah hasil konspirasi antara
Jendral-jendral hawkish yang ortodoks dengan pentolan-pentolan industri
senjata dan direstui oleh Wakil Presiden yang juga dikenal hawkish Lyndon B.
Johnsonm, untuk memuluskan rencana membawa konflik Vietnam jadi kancah
perang terbuka. Siapa yang diuntungkan, selain para jendral yang tidak suka
kebijakan JFK yang pro-perdamaian dan pro-nonproliferasi nuklir, juga tentu
saja bos-bos pabrik persenjataan yang langsung menangguk kontrak puluhan
juta dollar akibat kebijakan perang tersebut. Nah melihat sejarah tersebut
tentu bukan sesuatu yang aneh bila saat ini begitu susah untuk melakukan
kontrol kepemilikan senjata api apalagi pelarangan kepemilikan.

Nah sekarang mari kita telisik andil industri rokok dalam sulitnya penerapan
dan kampanye kebijakan-kebijakan anti rokok. Disaat ajang Formula 1 dan
MotoGP saja terancam kehilangan setengah dari sponsorship mereka akibat
pelarangan pemasangan iklan rokok dan produk rokok di negara-negara tuan
rumah GP, di Indonesia produk-produk rokok justru tampil mentereng menggaet
acara-acara olahraga terbesar, acara-acara yang seharusnya justru
mengkampanyekan pentingnya kesehatan dan betapa kesehatan sangat berlawanan
dengan rokok=). Dapat pula kita telisik beberapa grup perusahaan rokok
adalah jua pemilik saham di beberapa konglomerasi industri layanan
kesehatan, apalagi dengan undang-undang anti trust anti monopoli usaha yang
belum matang bahkan tidak bergigi sama sekali di negara kita, jadi bila
jumlah penderita penyakit berkaitan dengan rokok meningkat, tentu kita tahu
siapa yang akan menangguk keuntungan juga bukan?


On 4/18/07, Patrick <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Pak Andi,
>
> Saya sangat setuju sekali dgn opini Bpk...Ini adalah fenomena
> sejarah terulang kembali...Beberapa tahun lalu, Michael Moore dlm
> film dokumenternya yg berjudul "Bowling for Columbine" telah
> mengupas & menginvestigasi carut-marut kepemilikan senjata api di
> AS...Tp, tetap saja tuh ga ada "gayung bersambut" dari pemerintah
> Opung George W. Bush...Mungkin dia masih bangga dgn predikat 'The
> Wild..Wild West ;-)
>
> Salam,
>
> Patrick Hutapea

Kirim email ke