Premanisme di imigrasi memang ada..ini pengalaman saya pribadi karena "iseng"
aja dan coba-coba..karena keperluan keluarga saya mesti pergi juga ke luar dan
mesti ngurus paspor..datanglah saya ke kantor imigrasi Jakarta Timur dengan
pesan dari rumah pakai "calo" aja biar cepet karena waktu dah sempit (kalau
saja Kakek masih hidup kena "semprot" tuh saudara yang nyaranin pakai calo).
Gambling aja nih, paling ga jadi berangkat kalo lewat waktu..memang banyak
"calo" yang nawarin supaya prosesnya jadi secepat
kilat..wes..ewes..abrakradabra...sim salabim Jadi! Lha wong nekat saya urus
sesuai dengan prosedur dan aturan yang mereka tetapkan--ternyata ya sesuai
dengan jadwal, dua minggu kemudian paspor dah ditangan..ini mengejutkan buat
saya pribadi...dan seterusnya perpanjang ya lancar aja..Hal yang sama juga saya
alami ketika ngurus SIM A.
Bener kata Anda Pak Manneke...kita LAWAN! jangan pernah menggunakan jasa Calo
dan jalan pintas..proses itu nikmat, senikmat minum capucinno setelah
ber-wushu-ria.
_CI_
manneke budiman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dan saya haqul yakin bahwa Pak KK, Mas Agus, Mas Radit, Pak Loekyh
dan pak Kukuh akan melawan habis-habisan untuk menolak pemerasan murahan macam
begini. Jika Anda "ngalah" dan menyerah, itu sama saja artinya dengan
mengabadikan kebobrokan. Kata mahasiswa tahun 1998 dulu: "Hanya ada satu kata:
LAWAN!"
nah, kalo para preman berseraam aparat pemerintah itu mulai main kayu, kita
serahkanlah mereka ke Sensei Deddy Mansyur. Oke, Sensei?
manneke