Ini memang gila tapi kalau dilawan juga kudu ikutan gila lantaran bisa
makan waktu lama. Pengalaman saya juga menunjukkan betapa bobroknya
imigrasi kita. Ketika mengurus paspor di kantor imigrasi Jaktim, saya
juga didekati oleh banyak orang yang menawarkan jasa. Kalau tak salah
harganya berkisar antara 400-600 ribu. Waktu itu saya kebetulan punya
kenalan yang mau bantu. Maunya sih pakai prosedur yang wajar tetapi
karena waktu mepet ya sudah. Biarkan lah, pikir saya waktu itu, nanti
kalau sudah berangkat gak perlu urusan dengan mereka dalam waktu yang
cukup lama.

Ternyata saya salah. Ketika balik ke Indonesia saya tidak membawa kartu
kedatangan yang berwarna hijau. Kalau tak salah kartu ini diberikan
untuk diisi saat kita berangkat. Satu kartu untuk imigrasi dan satunya
lagi untuk kita. Saya tidak tahu kalau balik ke Indo kartu itu  harus
dibawa. Ketika ngantri saya diberi tahu bahwa kartu itu dibutuhkan. Saya
bilang, lho tidak ada keterangan di kartu itu sendiri yang menyatakan
peraturan semacam itu. Kalaupun itu peraturannya, cantumkan di kartu
sebagai peringatan. Saya sudah mulai capai lalu minta mereka suruh cepat
mengurus. Namun tiba-tiba ada salah satu petugas yang mendekati saya.
Dia merogoh kartu hijau dari sakunya. Kartu tersebut diisi olehnya
setelah mendapatkan informasi dari saya. Setelah selesai, dia minta
oleh-oleh. Saya bilang saya tidak ada oleh-oleh dan saya bukan orang
kaya dan mengaku sebagai mahasiswa dari kampung yang kebetulan dapat
beasiswa. Apa bapak tega? Lantaran memaksa terus, saya bilang saya tidak
punya uang tapi ada 5 dollar NZ (sudah lecek). Dia cukup senang dengan
uang itu dan saya langsung ngeloyor pergi.

rahadian




--- In [email protected], Cornelia Istiani
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Premanisme di imigrasi memang ada..ini pengalaman saya pribadi karena
"iseng" aja dan coba-coba..karena keperluan keluarga saya mesti pergi
juga ke luar dan mesti ngurus paspor..datanglah saya ke kantor imigrasi
Jakarta Timur dengan pesan dari rumah pakai "calo" aja biar cepet karena
waktu dah sempit (kalau saja Kakek masih hidup kena "semprot" tuh
saudara yang nyaranin pakai calo). Gambling aja nih, paling ga jadi
berangkat kalo lewat waktu..memang banyak "calo" yang nawarin supaya
prosesnya jadi secepat kilat..wes..ewes..abrakradabra...sim salabim
Jadi! Lha wong nekat saya urus sesuai dengan prosedur dan aturan yang
mereka tetapkan--ternyata ya sesuai dengan jadwal, dua minggu kemudian
paspor dah ditangan..ini mengejutkan buat saya pribadi...dan seterusnya
perpanjang ya lancar aja..Hal yang sama juga saya alami ketika ngurus
SIM A.
>
> Bener kata Anda Pak Manneke...kita LAWAN! jangan pernah menggunakan
jasa Calo dan jalan pintas..proses itu nikmat, senikmat minum capucinno
setelah ber-wushu-ria.
>
> _CI_

Kirim email ke