Dear mbak.Fau,

Saya sa7 dengan anda, saya sendiri suka protes dalam hati kalo lagi abis sholat 
berjama'ah di Musholah atawa di Mesjid, sebab begitu pas do'anya, e..kenapa 
sich...kita koq do'ain seluruh kaum muslimin dan muslimat ? berarti para 
pencopet, para garong, para pemerkosa, para pelanggar ham, para koruptor 
uuuenak tenan saban ari dapat kiriman do'a dari Mesjid-Mesjid & 
Musholah-Musholah seluruh Indonesia ? saya heran apa para Ustadz-Ustazah, para 
Kyai, para Ulama itu tahu ga seh..?
Atau.....jangan-jangan itu salah satu sebabnya kenapa orang ga takut korupsi ? 
Please Mbak...biar ati saya ga dongkol gimana gitu ....? 

Salam dari seberang,
Suhaimi

----- Original Message ----- 
  From: fauziah swasono 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, April 24, 2007 8:25 PM
  Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: 2009, Gaji PNS Terkecil Rp 2 Juta


  --- In [email protected], Iwan Wibawa
  <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

  > kesimpulan saya dari statement anda paragraph terakhir :
  > istri-istri yang teraniaya para suami, suami-suami yang teraniaya
  para istri, semuanya karena mereka "buruk", atau karena mereka "sial" ???
  > kasihan kalau begitu nasib mereka semua ...

  Kata "sial" saya beri tanda kutip. Artinya itu persepsi. Orang yang
  sedang bernasib buruk sering menganggap bahwa dia sial. Padahal belum
  tentu. Seringkali kita hanya salah "menerjemahkan" apa kebaikan
  dibalik "kesialan" ini.

  Kasihan? Relatif. Kasusnya bagaimana dulu.

  > catatan dari saya : yang saya percaya Tuhan tidak pernah membalas
  keburukan dengan keburukan, Tuhan saya maha pengasih dan penyayang.

  Wah pak... kalau keburukan dibalas kebaikan, enak dong koruptor.. ya
  ndak? 

  mari kita balas Pak Harto sekeluarga dengan kebaikan berlipat ganda :) 

  salam,

  fau



   


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke