Utang luar negeri zaman Orla cuma USD 2.5 miliar, tapi itu sebagian 
besar utang pemerintah, dan untuk ekonomi berukuran "cuma" USD 5.5 
miliar setahun. Saat ini ekonomi Indonesia berukuran hampir USD 290 
miliar setahun, relatif terhadap utang yang USD 125 miliar. Itupun 
setengahnya utang swasta.

Apakah hidup sekarang lebih susah dari zaman Orla? Saya tidak pernah 
mengalami hidup zaman Orla, tapi pernah merasakan sakitnya inflasi 
75% tahun 1998. Entah bagaimana rasanya inflasi 600% seperti zaman 
Orla itu.

Apa bedanya SEATO dengan IMF? Bedanya Indonesia memilih menjadi 
anggota IMF, bayar iuran tiap tahun agar mendapat fasilitas IMF. 
Kalau tidak suka bisa keluar. SEATO itu alasan AS agar bisa 
berpangkalan di Asia Tenggara. Kita waktu itu bukan anggota, dan 
kalau tidak suka cuma bisa ngomel-ngomel.

Apakah konfrontasi itu kebijakan yang benar? Sayangnya zaman 
Presiden Sukarno belum ada pemilihan presiden secara langsung. Kalau 
presiden saya sibuk konfrontasi menentang "imperialisme" yang entah 
apa hubungannya dengan kesejahteraan rakyat, sementara ekonomi dalam 
negeri tengah morat-marit, maka saya juga yakin tidak akan mudah 
diapusi dalam pemilu berikut; tidak perlu diajari.

Terakhir, Australia dan New Zealand bukan "menganggap Inggris 
majikan". Mereka secara resmi di bawah kekuasaan Inggris. Sampai 
sekarang Ratu Inggris (lewat Gubernur Jenderalnya) masih berhak 
membubarkan pemerintahan di Australia dan New Zealand kalau dia mau 
(dan sudah pernah kejadian tahun 1960-an kalau tidak salah).

Andi

--- In [email protected], "Agus Hamonangan" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Oleh Budiarto Shambazy
> http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0704/24/utama/3463938.htm
> =======================
> 
> Tanggal 12 April 1963 pemberontak di Brunei terlibat kontak senjata
> melawan pasukan Inggris di Kalimantan Utara. "Pemberontak" 
(personel
> TNI, sukarelawan Indonesia, dan oposisi Brunei) itu melancarkan
> subversi terhadap kesultanan yang dianggap boneka Inggris.
> 
> Kontak senjata itu yang pertama kalinya terjadi sepanjang 
konfrontasi
> yang berlangsung sampai 1965. Konfrontasi dipicu oleh rencana 
Inggris
> tetap bercokol di bekas jajahannya dengan cara membentuk Federasi
> Malaysia yang terdiri atas Malaysia, Borneo (Sabah dan Serawak),
> Brunei, dan Singapura.
> 
> Perjanjian pembentukan federasi ditandatangani November 1961 dan
> kemerdekaannya disetujui 31 Agustus 1963. Rencana itu ditentang
> Jakarta dan Menlu Subandrio mengumumkan konfrontasi 20 Januari 
1963.
> 
> Bung Karno (BK) mengembangkan doktrin Nefos (New Emerging Forces). 
BK
> sukses mengusir Belanda dari Irian Barat dan mengalihkan sasarannya
> terhadap Inggris di Malaysia.
> 
> Ia curiga pembentukan federasi merupakan pintu masuk untuk 
menguasai
> Asia Tenggara. Apalagi London telah menggelar sebuah brigade, dua
> batalion, dan unit-unit angkatan udara serta laut yang total 
terdiri
> atas 60.000 personel.
> 
> Sudah ada pula pakta militer ANZUS (Australia, New Zealand, and 
United
> States). Namun, itu semua masih kurang: Inggris ingin mendirikan
> pangkalan militer di Singapura.
> 
> Isu pangkalan militer di Singapura yang membuat BK berang. BK belum
> lupa bagaimana dulu ia "dikeroyok" Barat ketika mereka mengalirkan
> dana dan senjata untuk PRRI/Permesta tahun 1957-1958.
> 
> PRRI/Permesta persekongkolan yang melibatkan Amerika Serikat (AS),
> Inggris, dan Australia. Mereka memanfaatkan berbagai fasilitas 
militer
> SEATO (Southeast Asia Treaty Organization) di Filipina dan Thailand
> untuk menggulingkan BK.
> 
> BK enggan meluaskan konfrontasi jadi perang frontal melawan Inggris
> karena pasti kalah. Ia lebih suka mengobarkan konflik terbatas 
sambil
> melancarkan berbagai tekanan diplomatis terhadap Malaysia.
> 
> Oleh sebab itu, ia mendukung pemberontakan di Brunei. Di ajang
> internasional, ia berupaya memanfaatkan persaingan tripolarisme 
antara
> AS, Uni Soviet, dan China untuk keuntungan konfrontasi.
> 
> Malaysia tetap resmi jadi federasi tahun 1963 dan langsung 
memperoleh
> dukungan militer Inggris, Australia, dan Selandia Baru. Dengan
> sisa-sisa kekuatannya, BK masih mencoba tercapainya konsensus lewat
> rencana pembentukan Maphilindo (Malaysia, Philipines, dan 
Indonesia)
> sebelum posisi politiknya terjepit di dalam negeri.
> 
> Sejak era Demokrasi Terpimpin tahun 1959, BK pandai memainkan
> perimbangan kekuatan di antara dua kekuatan politik terbesar, PKI 
dan
> TNI, untuk keuntungan dia. BK paham PKI merupakan partai komunis
> terbesar di luar China dan Uni Soviet dan TNI institusi 
nasionalistis
> yang terkuat dan sekaligus anti-PKI.
> 
> Sudah banyak telaah dilakukan terhadap konfrontasi BK. Namun, buku
> John Subritzky berjudul Confronting Sukarno (2000) lebih spesifik
> karena difokuskan pada diplomasi AS, Inggris, Australia, dan 
Selandia
> Baru terhadap konfrontasi periode 1961-1965.
> 
> Indonesia negara berlokasi strategis karena jadi pusat lalu lintas
> angkutan laut antarbenua. Negara-negara adidaya ataupun Asia-
Pasifik
> mengakui Indonesia negara penting, BK pendiri Gerakan Nonblok,
> militernya kuat, alamnya kaya, dan penduduknya 100 juta.
> 
> Presiden AS John F Kennedy (1961-1963) menghendaki Indonesia yang
> tetap "non-blok" sembari menggagas New Pacific Community untuk
> menyatukan Asia-Pasifik. Ia ataupun penggantinya, Presiden Lyndon
> Johnson (1963-1969), disibukkan Perang Vietnam yang mulai berkobar.
> 
> Setelah Presiden AS Dwight Eisenhower (1953-1961) gagal mendongkel 
BK
> lewat pemberontakan PRRI/Permesta, kepentingan nasional Kennedy 
maupun
> Johnson adalah mencegah Indonesia jatuh ke pelukan China dan
> melenyapkan PKI. Dalam kunjungannya ke Indonesia bulan April 1963,
> Presiden China Liu Shaoqui (1959-1968) menegaskan dukungan Beijing
> terhadap konfrontasi.
> 
> Inggris takut kehilangan akses ke bekas jajahan, seperti Belanda 
yang
> tak bisa lagi menikmati rempah-rempah gratis dari Indonesia. London
> mengikat Malaysia dengan "tali" Persemakmuran dan AMDA (Anglo-
Malayan
> Defence Agreement).
> 
> Australia dan Selandia Baru sejak dulu sampai kini menganggap 
Inggris
> sebagai majikan. Mereka terjebak ke dalam perangkap "ancaman dari
> Indonesia" yang didramatisasi.
> 
> Konfrontasi selesai tak lama setelah berakhirnya kekuasaan BK tahun
> 1966. BK banyak benarnya karena dunia belum banyak berubah 44 tahun
> setelah konfrontasi.
> 
> Selalu saja ada negara yang ingin memecah-belah sekaligus mengisap
> kekayaan alam Indonesia. Apa bedanya SEATO atau pangkalan militer
> dengan World Bank/IMF atau Temasek?
> 
> Kennedy mau tutup mata terhadap konfrontasi asal BK menjual 
sejumlah
> hak eksplorasi minyak dan gas. BK menampik dengan meminta pembagian
> hasil yang kelewat tinggi yang mustahil diterima Kennedy.
> 
> Apakah kita tahu keuntungan yang diperoleh ExxonMobil atau British
> Proteleum di sini? Utang luar negeri BK hanya 2,5 miliar dollar AS,
> kini 125 miliar dollar AS per Desember 2006.
> 
> Konon BK penyebab ambruknya ekonomi yang membuat hidup rakyat 
susah.
> Apakah kini hidup kita tidak lebih susah?
> 
> BK itu Orde Lama yang berbahaya. Apakah Orde Baru tak kalah 
berbahaya
> dan sudah tak ada lagi?
> 
> Maaf lho, saya cuma bertanya. Siapa tahu Anda tak mudah diapusi 
lagi
> tahun 2009 nanti.
>


Kirim email ke