Wah ada yang terbakar dengan tulisan saya...hehehe. Kok jadi aktivis perempuan yang merasa ketembak. Perasaan saya ngak singled-out aktivis perempuan di posting pertama.
Ok banyak deh kontribusinya. Selain itu mungkin dengan melayani artis akan ada promosi gratis. Apalgi infotainment termasuk acara yang memiliki rating tinggi di Indonesia. Jadi siapa tahu bisa buat nambah funding dan proyek kan. Semuanya senang.... Tapi maksud saya begini loh Mbak, Kadang-kadang intervensi LSM sangat keterlaluan dan di beberapa kasus - seperti Tamara - malah menyebabkan "trial by LSM". Biasanya para LSM ini juga ikut beropini yang berat untuk satu pihak dan merugikan pihak lain, walau kadang kebenarannya masih dalam status "wallahu alam". Tidak heran kalau dalam banyak praktek, intervensi LSM malah bikin ribet dan memperkeruh suasana konflik. Saya sendiri kalau berantem sama istri paling anti ada orang luar ikut-ikut, termasuk orang tua, apalagi LSM. Ngak tau kalau anda.... Nah berita terakhir di detik.com, Dhani sudah menggaet Kak Seto. Semakin salut saya sama orang ini. Insting politiknya tidak kalah dengan anggota DPR. Maia ada LBH Apik, Dhani ada LSM anak. Biarkan saja para LSM ini perang sendiri. Hehehe. Salam, --- In [email protected], Mariana Amiruddin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Coba ya, cek dulu perjalanan dan pengalaman LBH APIK Jakarta, > semua yang diperjuangkan adalah perempuan dari berbagai kelas > dan profesi, termasuk perjuangan menggolkan UU Perdagangan Orang > dan memperjuangkan agar korban perdagangan orang mendapatkan > perlindungan khusus. > > Ini komitmen perjuangan perempuan, bukan yang penting artis > tapi siapa yang harus dibela. > > Kelihatan buta informasi, atau mungkin sering berburuk sangka > pada kegiatan aktivis perempuan. > > Mariana >
