Wah, Anda nonton beneran gak sih? Jangan-jangan pas film main Anda 
lagi bikin film sendiri :)

Rose itu dipaksa Ibunya menikahi si Cal Hockley demi uang. Setelah 
sadar bahwa orang yang akan dinikahinya itu ternyata tidak bisa 
mengakomodasi impiannya yang ingin bebas itu, apa yang dilakukannya? 
Menentang suaminya? Tidak, Pak. Rose memilih bunuh diri loncat dari 
kapal; dengan demikian menyakiti ibunya dan tunangannya demi 
menyelesaikan konflik batinnya sendiri. Sayang (atau untung) ada 
Jack yang melihat dan menggagalkannya.

Kapan akhirnya dia "berani menentang suaminya"? Setelah ketemu dan 
jatuh cinta dengan Jack. Dalam pandangan Anda itu namanya berani. 
Dalam pandangan saya itu namanya selingkuh, Pak.

Mungkin si Cal ini orang yang pengecut. Tapi dia juga korban 
persekongkolan Rose dan Ibunya; membiarkan dirinya tergoda oleh 
kecantikan Rose, padahal dia cuma tengah dimanfaatkan demi hartanya.

Menurut saya tokoh di cerita James Cameron itu tidak ada yang bisa 
dijadikan panutan. Tidak Rose, tidak juga Jack. Kalau si Jack ini 
benar ksatria, dia akan menunggu Rose memutuskan ikatan 
pertunangannya dengan Cal sebelum berasyik maksyuk. Sebegitu banyak 
perempuan di dunia, ngapain juga tidur dengan tunangan orang lain?

Andi


--- In [email protected], manneke budiman 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Saya juga nonton di bioskop. Saya inget betul nontonnya di Pondok 
Indah. Cuma, kalo saya nonton gara-gara pengen denger lagu Celine 
Dion yang jadi theme song-nya film itu.  Abis gitu, tiap kali denger 
lagu itu atau liat video clip-nya, jadi inget Titanic. Yang versi 
tahun 1950-an juga udah nonton. Tapi nontonnya di tivi. Kalo suruh 
milih, saya mending milih yang ada percintaannya. Bukan karena Di 
Caprio mengurbankan diri buat Winslet, melainkan karena terkesan 
oleh Winslet yang berani menentang suaminya yang dingin dan ternyata 
pengecut itu.
>    
>   manneke
> 
> si_andi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>           Saya menonton Titanic DI BIOSKOP, Pak Manneke. 
Penontonnya memang 
> lebih banyak ibu-ibu. Kisah yang diangkat James Cameron ke layar 
> perak itu adalah kisah roman Jack Dawson dan Rose Bukater berlatar 
> belakang tenggelamnya kapal Titanic. Rose dikawin paksa, ketemu 
Jack 
> di kapal, jatuh cinta, apa daya kapal tenggelam dan papan cuma 
muat 
> satu orang saja, maka Jack berkorban nyawa agar Rose selamat. 
Tidak 
> ada sub-plot lain.
> 
> Kalau Anda mau menonton film yang plot utamanya tragedi 
tenggelamnya 
> Titanic, silakan menonton A Night To Remember (1958). Film lama 
yang 
> berkisah tentang sejak dibangun sampai tenggelamnya Titanic. Ini 
> juga film bagus; dapat Golden Globe tahun 1959; kisahnya tragis, 
> tapi tidak ada kisah cintanya. 
> 
> Andi
>


Kirim email ke