Akh Bapak Totot, Kita bermilis ini pertama untuk saling berkenalan dan berdikusi serta juga menambah wawasan. Justru saya ingin menambah pengetahuan dari Anda jika mempunyai dan pasti malah Anda mempunyai banyak pengetahuan dan kelebihan dari saya. Jadi menurut saya semua hal dapat dibahas apakah itu monyet atau presiden.Mudah2 -an Anda setuju. Sebagai penutup dan akhir kata, Anda saya persilahkan membaca buku karangan JACK LONDON. Jika sudah membaca itu, pasti tidak mau melihat sirkus atau pertunjukan binatang lagi karena ada binatang yang sengaja dilukai supaya dapat menurut perintah manusia. Saya tidak mau memperdalam lagi nanti ber-larut2 dan pasti bukan tujuan kita. Wasalam, Wal Suparmo
--- In [email protected], "Totot" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Woooo begitu to pak Wal? Baru tahu saya lho... > Saya juga gak tau kalau umum sudah pada tahu je pak, maaf. > Terima kasih sekali sudah memberikan saya > wawasan baru yg mungkin selama ini saya memang > kurang wawasan soal binatang spt bapak bilang :-) > > Karena pernyataan bapak tsb saya tidak baca di berita > KOMPAS kemaren, makanya saya bertanya ke pak Wal, > apakah ada wawasan lain yg belum saya ketahui. Baik soal > cara melatih binatang, sampai ke soal pemilik tak mau rugi, > soal garis kemiskinan, yg memang mungkin tidak ditulis > secara lengkap di berita kemaren itu pak. Apa wartawannya > maybe kurang wawasan seperti saya ya? > > Demikian pak, maaf kalau saya membuang2 waktu bapak > dgn omongan soal monyet yg tidak perlu ini pak :-) > > Tabik, > Totot
