PD Pasar Jaya itu... ya cuma narik retribusi .. tanpa berbuat apa apa kalo pedagang pasar selain ditarik retribusi oleh PD Pasar Jaya juga di tarik retribusi oleh "pihak" lain
Disamping itu pedagang pasar ..boleh di bilang nggak punya surat apa apa sehingga posisinya boleh di bilang rentan untuk diusir.., Mereka nggak bisa dapat kredit .. karena nggak punya surat yg bisa jadi jaminan utk bank , lain sama pemilik kios di mall yang punya sertifikat strata title. PD Pasar Jaya bisa "untung besar " jika pasar nya tutup.. lalu dia jual aja tanahnya yang harganya sudah jauh melonjak di banding jaman dulu... Atau dia renovasi.. jual mahal kiosnya.. sewakan ke Carre4 dan usir pedagang tradisionalnya.... ya itulah yang terjadi... Mas Totot nggak usah bingung kok... juga jangan bingung... jika PD pasar Jaya telah dapat award .. sebagai BUMD Jakarta yang paling banyak untungnya.... Nanti orang malah bingung kalau mas Totot bingung..... smile. Nggak berbuat apa apa kok malah untung paling gede...diantara semua BUMD.. Salam Haniwar At 07:07 PM 5/2/2007, you wrote: >Saya setuju pada pemikiran bahwa pemerintah seharusnya >menjadi regulator dan fasilitator utk semua pihak dan semua >kalangan. Baik pengusaha mal, juga pedagang tradisional. > >Yang saya sedikit bingung adalah, selama ini apa dong fungsi >PD Pasar Jaya selaku pengelola pasar tradisional? >Sepertinya kok tidak pernah kelihatan mengelola bidangnya dgn baik, >selain memungut retribusi ini itu dari pedagang ya? >Pasar2 tradisional tetap saja jorok, kumuh, kotor, dan berantakan. >Wajar jg para pembeli teralih ke mal utk beli kebutuhan sehari2. >Tempatnya nyaman, berAC, bersih, harga2 stabil, ada bonus2 >promosi, dan segala macam servis yg memang dikelola dgn >baik shg bisa mengalihkan perhatian orang2 yg ingin belanja. > >Lalu kalau sudah begini, kira2 bagaimana sebaiknya? >Adakah pemda juga memperhatikan kebedaraan pasar trad ini? >Atau malah mrk milih bikin mal demi pemasukan pajak? > >salam bingung, >totot >
