Memang kalau dipikir2 kepercayaan akan Tuhan belum tentu untuk membuat
manusia bertindak "benar". Syaitan saja, menurut ajaran Islam, tetap
membangkang untuk menghormati Adam, walaupun sudah diperintahkan oleh
Tuhan untuk melakukannya.

--- In [email protected], "si_andi" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Pak Kartono,
>
> Kata-kata Tuhan ada di dalam diri kita itu buat saya menampilkan
> lebih banyak pertanyaan daripada jawaban; karena di dalam itu tentu
> tidak sekedar menunjukkan tempat belaka, melainkan gambaran bahwa
> manusia dan Tuhan adalah satu zat adanya. Selama Dia masih berbeda
> zat dengan manusia tentu Dia tetap di luar, bukan?
>
> Bagaimana mungkin manusia (=Tuhan) itu bisa berbuat melanggar hukum
> moralnya sendiri?
>
> Mungkin saya berandai-andai terlalu jauh, tapi kemungkinan lebih
> besar sih karena saya tidak baca Kant :-).
>
> Andi

Kirim email ke