Pak John, Saya hanya mencoba menambahkan, selain "borderless world", ihwal "global village" dan ide kosmopolitan (world citizen) juga semakin nyata.. Semuanya sekarang semakin saling terkait (interconnected) dan bergantung (interdependent)...Termasuk sinetron Indonesia yg melintasi batas negara...
Salam, Patrick Hutapea --- In [email protected], john simon <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Saya rasa inilah wujud "Borderless World" yang dicetuskan oleh Kenichi Omae tahun 90-an doeloe. > > Kasus lain yang menarik, misalnya : > - Di Iran, Coca Cola laku keras (padahal buatan USA). > - Di USA, cerutu Kuba laku keras. > - Di Singapore yang segalanya sudah high-tech, restoran ayam > goreng Ojo Lali (asal Indonesia), laku keras.
