semoga satu hari nanti ada national standard untuk semua bahan bangunan dan
semoga pemerintah tergugah hatinya untuk membentuk badan atau dinas yang
kerjanya inspeksi praktek construcksi bangunan yang asal jadi. Sudah hampir
bosan kita menagis melihat banyak saudara2 kita mati sia2 di negeri ini.
salam
Putra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Ngomong2 tentang ketahanan konstruksi. Banyak developer di Indonesia
lebih mengutamakan COST dan ROI (Return of Investment) daripada SAFETY.
Hal semacam ini (mobil terjun bebas) sebenarnya tidak perlu terjadi
apabila developer tetap mengutamakan SAFETY. Walaupun sang arsitek
sudah mendesain sedemikian rupa dengan segala keamanannya,
ujung-ujungnya hasil desain selalu merujuk pada kemauan developer.
Hanya karena alasan diatas yang diutamakan (COST dan ROI), maka SAFETY
bisa diakali. Termasuk ketika pengecekan oleh Badan Pemerintah yang
berwenang, petugasnya pun diakali.
Saya mendukung sekali, polisi mempidanakan developer gedung karena
telah ceroboh. Andai saja desain konstruksi merujuk pada keamanan akan
kondisi/skenario terburuk, niscaya tembok yang ditabrak berkali2 pun
dapat tetap menahan mobil yang lepas kendali tersebut.
Saya kasih contoh lain yang paling nge-trend mengenai ketahanan
konstruksi yang mengutamakan COST dan ROI ketimbang SAFETY, adanya
kejadian lumpur lapindo.