Setuju Pak.
Di Indonesia yang penting murah. Keamanan dan Nyawa nomor 2.
Itu pula sebabnya saya SANGAT TIDAK SETUJU dengan pembangunan PLTN.
Demi menghemat biaya konstruksi, demi menambah uang yang bisa masuk kantong
pribadi, resiko atas nyawa orang lain tidak lagi diperhatikan.


Regards,
Paulus T.

On 5/19/07, Putra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Ngomong2 tentang ketahanan konstruksi. Banyak developer di Indonesia
> lebih mengutamakan COST dan ROI (Return of Investment) daripada SAFETY.
>
> Hal semacam ini (mobil terjun bebas) sebenarnya tidak perlu terjadi
> apabila developer tetap mengutamakan SAFETY. Walaupun sang arsitek
> sudah mendesain sedemikian rupa dengan segala keamanannya,
> ujung-ujungnya hasil desain selalu merujuk pada kemauan developer.
> Hanya karena alasan diatas yang diutamakan (COST dan ROI), maka SAFETY
> bisa diakali. Termasuk ketika pengecekan oleh Badan Pemerintah yang
> berwenang, petugasnya pun diakali.
>
> Saya mendukung sekali, polisi mempidanakan developer gedung karena
> telah ceroboh. Andai saja desain konstruksi merujuk pada keamanan akan
> kondisi/skenario terburuk, niscaya tembok yang ditabrak berkali2 pun
> dapat tetap menahan mobil yang lepas kendali tersebut.
>
> Saya kasih contoh lain yang paling nge-trend mengenai ketahanan
> konstruksi yang mengutamakan COST dan ROI ketimbang SAFETY, adanya
> kejadian lumpur lapindo.

Kirim email ke