Saya setuju dengan Pak Manneke, mesti jelas dulu yang disebut budaya
Jawa itu seperti apa. Mengapa Tjipta Lesmana mengkategorikan cara SBY
mempresentasikan Budaya Jawa, sementara cara Amien Rais sebagai cara
barat. Padahal Amien Rais juga Jawa dan begitu pula SBY. Keduanya
sama sama pernah kuliah di Amerika (barat). Apakah karena lugas,
langsung dikategorikan sebagai barat. Saya perhatikan kelompok
pedagang dari Jawa memiliki karakter lugas dan terus terang. Dan
mereka ya orang Jawa dan tentu saja merupakan bagian dari budaya Jawa.

--- In [email protected], manneke budiman
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Pertama-tama mesti jelas dulu, yang dimaksud dengan "Budaya Jawa"
itu yang mana sih? Jawanya sebelah mana, dan orang Jawanya terima
nggakkalo itu disebut budaya Jawa?
>
>   Ben Anderson mungkin betul soal tiadanya kekritisan atas
genealogi kuasa, tapi ia terjebak dalam esensialisme, dengan
menagsumsikan adanya yang disebut dengan budaya Jawa an sich. Seakan-
akan orang Jawa itu bisa diseragamkan dalam satu kategori dan diberi
satu label. Jangan-jangan, yang namanya "budaya Jawa" juga merupakan
suatu konstruk yang diadakan oleh kuasa demi pelestarian kekuasaannya?
>
>   Dalam hal ini, Anderson tak jauh beda dari Huntington atau
Fukuyama, yang tanpa refleksi kritis dengan enak saja memakai
kategori-kategori yang memukul rata, seperti "budaya Barat", "budaya
Islam", dll.
>
>   manneke

Kirim email ke