Pak ignas yang baik, Betul bahwa Jerman telah memberikan debt swap khususnya untuk pendidikan. INFID memonitor pemberian Debt swap ini. Dalam surat INFID kepada Kanselir Republik Federal Jerman Ibu Dr Angela Merkel juga disampaikan apresiasi atas debt swap yang telah dilakukan oleh pemerintah Jerman. Tetapi debt swap itu tidak menyelesaikan masalah. Terlalu kecil dibanding jumlah utang yang ada. Disamping itu pemerintah Indonesia seringkali kesulitan merealisasi Debt swap itu karena tidak punya dana.
Sasaran INFID adalah penghapusan utang. Terutama utang-utang yang tidak memberikan manfaat bagi masyarakat dan pemerintah Indonesia, penghapusan utang yang tergolong illegitimate (tidak sah) yaitu utang yang secara proses tidak sah, menimbulkan kerugian, ada indikasi korupsi dan atau mengakibatkan suatu negara terjerat utang-utang baru. kasus pembelian 39 kapal perang bekas Jerman Timur adalah contoh kasus nyata dari apa yang saya sampaikan, yaitu utang yang tidak sah karena kapal-kapal itu tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya. Sudah rusak dan jadi besi tua. Bahkan pemerintah kemudian membuat utang baru untuk memperbaiki beberapa kapal supaya diopersaikan. Toh dari utang baru itu tidak memberikan manfaat juga. Alhasil Indonesia masuk dalam jerat utang. Itulah sebabnya kita meminta pemerintah Jerman menghapuskan utang atas pembelian, perbaikan dan pengiriman kapal-kapal tersebut. Sesungguhnya pemerintah Jerman sudah mendapatkan keuntungan dengan dipindahkannya kapal-kapal tersebut ke Indonesia. Karena tidak perlu repot-repot memikirkan masalah untuk menempatkan atau membuang besi tua tersebut. Penghapusan utang untuk pembelian Kapal juga sudah ada presedennya. Pemerintah Norwegia menghapuskan utang 5 negara berkembang yaitu : Ekuador, Mesir, Jamaica, Peru dan Sierra Leone yang membeli kapal-kapalnya dan mengalami jebakan utang. Harapannya, dengan penghapusan utang ini Indonesia memiliki dana lebih memadai untuk mengatasi masalah kemiskinan dan mencapai tujuan dan target MDGs (Millenium Development Goals). Jangan lupa, kata pemerintah dari 400 kabupaten dan kota di Indonesia, 199 nya termasuk kabupaten/kota tertinggal/miskin. Untuk itu mohon dukungan dan doanya agar advokasi ini bisa berhasil dan memberikan manfaat bagi masyarakat banyak Jika Ibu, Bapak, dan kawan-kawan di Forum ini berkenan memberikan dukungan, silakan kunjungi website Infid di: www.infid.org dan dukungan dikirimkan ke [EMAIL PROTECTED] Anda akan menjadi bagian dari orang-orang di seluruh dunia yang mendukung advokasi ini. Terima kasih. Wah jadi kampanye di FPK...ini Maaf ya Mas Agus sang moderator FPK Saya memenuhi panggilan Pak Ignas Iryanto. salam dks ----- Original Message ----- From: Ignas Iryanto To: [email protected] Sent: Thursday, June 07, 2007 4:13 PM Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Siaran Pers INFID: Utang RI dari Jerman Bu Dian yang baik, Bukankah Jerman sudah beberapa kali memberikan debt swap ? Bisa dijelaskan di forum ini ? Apa sasaran Infid kali ini. Thx. Salam, Irry.
