Masalahnya Presiden diundang bukan untuk berdialog, tetapi untuk dibantai dan dipojokkan. Jadi benar kata Pak Paulus DPR merasa sudah lebih berkuasa daripada Presiden. Mending yang mau ditanyakan masalah dalam negeri, ini masalah Iran yang negara-negara Arab sendiri pun tidak pedulu. Salam.
--- Paulus Tanuri <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Yupe sejajar. > Tapi prakteknya sekarang ini, DPR merasa lebih > berkuasa dar Presiden. > Kalau ada negara masalah, pemerintah yang akan > dihujat orang. Dalam hal ini > Presidenlah kepala pemerintahnya. Dan DPR saya lihat > justru bukan > bekerjasama dengan pemerintah untuk perkembangan > negara ini, tapi sebaliknya > selalu melakukan sabotase sampai Presiden tidak bisa > bergerak dengan leluasa > dalam menjalankan roda pemerintahan. > Menurut saya ya wajar saja kalau Presiden-Presiden > kita tidak bisa memenuhi > sebagian besar targetnya. Wong, dia kan mesti > kerjasama dengan Dewan, dan > Dewannya gak bisa kerja tapi merasa dirinya DEWA > yang terus minta disembah. > > Jadi masalahnya bukan Presiden takut datang atau > tidak. Tapi PERLU atau > TIDAK menanggapi anak2 TK, dan ditambah lagi untuk > ngomongin masalah Rumah > orang lain. > Buat anggota DPR kalau ada yang kebetulan di milis > ini, "Urus dulu lumpur di > halaman belakang. Dan RAMPOK yang nongkrong di > GERBANG rumah sendiri".
