Pak Eko ytc... saya pribadi sangat membuka kajian ilmiah mengenai berbagai ruang soal keimanan dengan hal-hal yang "rasional" dengan pemikiran umat manusia....
namun kembali ke itu tadi pak... akal pikiran manusia itu amat sangat terbatas... sampai dimana kita bisa mengkaji salah satu ilmu kehebatan Allah jjika kita mengambil contoh, Ilmu Pembelahan Sel Embrio Manusia.atau betapa kuatnya dinding rahim ibu kita...belum lagi bagaimana kita berhssil lolos dari lorong ajaib dari rahim sampai menghirup oksigen dunia yang fana ini? itu baru contoh kecil kehebatan Sang Kuasa yang bisa kita lihat kasat mata... itu amat sangat luar biasa !!!!! akal manusia itu hanya mungkin segelintir sepersetrilyun milyar mikron dari debunya debu kosmik yang diberikan kepada manusia (itu juga dengan kemurahan Sang Kuasa)...Jika Allah tidak berkehendak manusia diberi akal pikiran untuk mengakji mana baik buruk....apa lah kita ini? SALUTE !!!!! ----- Original Message ----- From: "EKO KERTAJAYA" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Friday, June 15, 2007 4:18 PM Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Makam Keluarga Yesus > Salam > > Sekedar info saja pak Bambang, diskusi2 tentang keimanan dan sains/akal > pikiran > cukup ramai di forum2 atau milis2 yang "serius". Topiknya sudah tidak lagi > debat > antara argumen keimanan dan sains lagi, karena perdebatan semacam itu > tidak akan > menghasilkan apapun. Perdebatan bergeser ke arah yang lebih "future". > Keimanan, > dogma adalah variabel yang cenderung statis/tetap, sedangkan keilmuan > terus > berkembang seiring memenuhi keingintahuan dari manusia itu sendiri. > Masalahnya > adalah akankah kita bisa menolak sains jika bertentangan dengan keyakinan > agama > yang kita anut, dan ataukah kita akan merevitalisasi keyakinan kita > terhadap kemajuan > sains. Kalo pak Ioanes menganalogikan hal tersebut antara badan dan > bayang-bayang. > Saya sendiri sejalan dengan pak Bambang, namun setidaknya juga berusaha > membuka > ruang untuk mengkaji kembali berbagai pemikiran. > > Wasallam
