hehe...Kalau menginjak-injak bendera PSSI bagaimana Pak? Yaa...PSSI, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia yg disebut-sebut orang tidak becus kerjanya!
Lain ceritanya ya Pak?Hehe. Bagi saya, dan saya tidak mewakili generasi muda atau apapun, menginjak-injak bendera...membakar bendera...BELUM BERARTI menggambarkan lunturnya semangat kebangsaan...Sesederhana itu kok! Bangsa dimaknai sebagai "an imagined society"...Bangsa adalah komunitas imajiner...yang dibayangkan oleh orang-orang... Jadi, kalau di kamar kos saya terpampang suatu bendera Indonesia yang sudah setengah terbakar oleh api, maka saya dapat disebut sebagai pemuda yang semangat kebangsaannya sudah luntur? Bagi saya, bila orang menilai seperti itu, saya akan balas dengan senyum kecut ...Sebelumnya, marilah kita semua bertanya kepada diri sendiri... Apakah makna bangsa? Negara? Negara-bangsa? Pemerintah? Adakah perbedaannya? Atau, terminologi itu sama saja maknanya? Bagaimana dengan, rakyat? Apa makna rakyat? Warga negara? Masyarakat? Memang menarik bila menilai semangat kebangsaan seseorang...luntur atau tidak? Berkembang atau tidak? Sebelum menilai semangat kebangsaan seseorang sudah luntur atau tidak...Mari bertanya kepada diri sendiri...Sudahkah kita sendiri melek akan makna negara? bangsa? negara-bangsa? pemerintah? rakyat? dst..dst..dst.. Katanya, yang paling gampang adalah memulai dari diri sendiri...'Ask not what your country can do for you; ask what you can do for your country', demikian kata JFK.... Salam, Patrick Hutapea --- In [email protected], Haniwar Syarif <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Kok menurut saya menginjak bendera merah putih harus selalu bisa > ditafsirkan lunturnya semangat kebangsaan Indonesia.., tapi mungkin tidak > semangat kebangsaan negara yg dilambangkan bendera lain.., misal bintang > kejora atau bendera RMS atau GAM. > > Bagaimanapun sy sependapat dgn Mas Manneke.. jalan keluarnya bukan me Munir > kan" pelakunya.. Pe Munir an merupakan lambang kesewenangan si pembunuh. > > > Saya juga setuju bahwa banyak hal lain yg seharusnya dikerjakan dalam > kerangka cinta kita kepada bangsa, dismaping secara jelas menunjukkan > ketidak setujuan thd penistaan lambang negara utamanya oleh yang kita > anggak orang Indoensia.. > > Tapi nyatanya rasa kebangsaan memang merosot, > > > Sedih melihat ketika kemarin sy menghadiri wisuda sebuah univiersitas > dimanaacara di buka oleh Indonesia Raya , sekitar 5 persen > hadirin tetap duduk.. nggak malu ya jadi minoritas..:( > > Bagi sy kalau dia\ nggak beridiri , tapi dalam keseharaiannya nggak > menggerogoti bangsa misalnya dengan korupsi atau semena mena mengendarai > kendaraan di jalan raya, masih O K .lah. ehh.. tapi kebanyakan paling > paling melakukan hal yang juga menyatakan ketidak cintaannya..Jadi kan dua > kali salah... > > > > Salam > > Haniwar
