Oalah..... Anton, kalau kalah�puitis, puisi kamu�dengan Kang Noer, jangan dijelek-jelekan gitu dong orangnya? Latihan saja terus, nanti pasti seindah puisinya Rendra. � Salam, Yuli �
--- On Thu, 9/4/08, anton_djakarta <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: anton_djakarta <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Re: Salah benar parpol pengusungKu (nasionalis sempit ala caleg parpol) To: [email protected] Date: Thursday, September 4, 2008, 7:27 AM Jelas jawaban Pak Godlip adalah jawaban yang rasional dan realistis, juga jawaban terpelajar. Karena Pak Godlip juga jelas orangnya dan latar belakangnya tidak seperti Kang Noer yang nggak jelas itu darimana asalnya. Demokrasi memberi kesempatan kita untuk memilih, terkadang dalam alam demokrasi ada sekelompok orang yang tidak sabar melihat jalannya sejarah, lalu bergabung dalam kelompok yang ingin melompati sejarah. namun ada juga orang-orang dungu yang hanya mampu beretorika, tapi tidak paham konsep. Kelompok inilah yang kerap hanya jadi penghambat jalannya sejarah. Dan mereka sering mengklaim sebagai 'suara rakyat'. Setiap orang juga bisa ngomong sebagai penyambung suara rakyat. Anton
