Mas Martin dan Mas Suhardi, � Yang ditembak sama KPI itu bukan kaum waria, melainkan pertunjukan di tivi yang memamerkan gaya "kebanci-bancian" alias buakn waria tapi berakting sebagai waria. Makanya contohnya Extravaganza yang bintangnya Tora Sudiro dan suka berlagak "kebanci-bancian". Jika ini ruang lingkupnya, maka sesungguhnya kaum waria tulen justru sedang ditegakkan kehormatannya, karena kewariaan mereka sering dieksploitasi oleh orang-orang bukan waria dengan cara merendahkan dan menjadikan bahan tertawaan. Sejauh ini yang menjadi concern-nya, maka tindakan KPI bagi saya positif, bahkan perlu. � Sama saja kalo ada acara-acara yang melecehkan kaum perempuan, etnik tertentu, anak-anak, maka harus dikasih tindakan. � manneke
--- On Sun, 9/7/08, Martin Widjaja <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Martin Widjaja <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [Forum Pembaca KOMPAS] Re: KPI Peringatkan Tayangan "Kebanci-bancian" To: [email protected], "mediacare mediacare" <[EMAIL PROTECTED]> Received: Sunday, September 7, 2008, 8:44 PM Kalau menurut saya KPI seperti badan komisi yg lain mesti mempertontonkan kekuasaannya, fungsinya ... Sayang yg dipertontonkan kampungan, mending ketika P Ade Armando jadi anggauta KPI... Lama kelamaan KPI mau bersaing sama lembaga sensor tapi versi agama tertentu, kalau yg bertentangan mau dimasukkan penjara... sombong ya ? Coba siaran2 TV yg sekarang ini sudah dipenuhi dengan syiar agama yg bertentangan dgn kode etik penyiaran kok didiamkan aja ? Kita memang harus selalu berharap pada keajaiban , tanpa bisa atau mau berbuat sesuatu yg riel... Salam , martin - jkt
