akugak ngerti kenapa hibrida dianggap lebih keren dr GMO

juga gak ngerti  kenapa GMO bukan solusi ..mengingat jagung ..kedele 
GMO sudah banyak beredar disini dan bikin petani amrik untung

juga Cina dan India sudah pakai GMO ini. utk non makanan spt kapas 
sudha lebih  banyak  ;g yg pakai



bagian inijuga gak jelas maknanya

Tanya ke LIPI sudah ada berapa varietas tanaman yang di lepas, dimana
dikembangkan dan menurut saya itulah solusinya.

apa solusinya ?? mohon pencerahan tambahan

soal konversi lahan.. sudah muali di buat larangannya


tapi saya tetap pikir bhw produktivitas dan efisiensi yg harusnya 
jadi fokus utama..

lha hasil penelitian FAO bilang... bhw kita maish banyak 
penambahanlahan di luar jawa.


di luar negeri malah gak ada lgyg bis amemperluas.

lahan terus mengecil... konnsumsi terus meningkat... lalu maishmau 
ngandalin pada lahan ???


HS



At 02:59 PM 09-10-08, you wrote:
>Ikutan juga membahas pertanian
>
>Pertanian kita sifatnya lebih padat karya dan penuh dengan proteksi.
>GMO atau yang lebih keren lagi adalah hibrida, memang akan menguntungkan
>penemu karena tidak bisa dikembangkan lagi ke derivatif yang lebih rendah
>(BS, ES dan SS), sehingga ketakutan GMO hanya kepada aspek budidaya
>lanjutan. Menurut saya GMO bukan jawaban.
>
>Tanya ke LIPI sudah ada berapa varietas tanaman yang di lepas, dimana
>dikembangkan dan menurut saya itulah solusinya. Belum lagi varietas lokal
>(pandan wangi di Cianjur; Karang Dukuh di Kalimantan, dll)
>Masalahnya bukan kecilnya lahan yang dimiliki petani, tetapi konsistensi
>tata guna tanah, bagaimana melindungi lahan pertanian yang sudah dibekali
>irigasi (primer, sekunder dan tersier) dari konversi  menjadi ruko dan
>perumahan.
>
>Ingat ketahanan pangan merupakan syarat kedaulatan sebuah negara.

Kirim email ke