Oke saja GMO memiliki berbagai keunggulan, tetapi teknologi ke arah itu
sangat tidak dikuasai oleh pakar kita. Ada peneliti di LPND yang menemukan
berbagai teknologi sejenis, eh patennya ada di Jepang karena selama
penelitian dibiayai oleh mereka atau bahkan merupakan bagian dari disertasi
s-3 yang biayai dari mombusho dll.

Artinya kalau kita latah dengan teknologi ini maka tingkat ketergantungan
akan sangat tinggi lagi.
Seperti produk kloning, kita kan hanya bisa beli untuk konsumsi bukan untuk
dikembangkan. Kalau biakkan atau ditanampun ya sekali itu saja (bagian dari
proteksi hak cipta kali)

Itulah ketidaksenangan saya dengan GMO, kecuali pakar kita mampu menemukan
ini
Misalnya padi dengan alang-alang (akan jadi padi yang hidup seperti
alang-alang) sehingga tidak perlu penyiangan dan pembalikan tanah yang
menurunkan biaya produksi
Ikan yang bisa hidup tanpa air (mungkin ikan gabus, kepiting atau kodok
sebagai gen base silangnya), sehingga tidak perlu ada formalin sebagai
pengawet.

Sapi broiler yang tidak perlu menunggu tahunan dengan kenaikan berat yang
fantastis sehingga tidak perlu digelonggong atau dicampur dengan daging
celeng karena biayanya operasi sudah murah.

Itu juga bagian dari cinta teknologi dalam negeri.


Ilmi





2008/10/10 Haniwar Syarif <[EMAIL PROTECTED]>

>   saya pahamnya hibrida masih sbg pesilangan utk mengumpulkan sifat yg
> baik dr berbagi sifat yg ada tapi maish dlm rumpun yg sama
>
> kalao GM sudha memindahkan gen dari mana aja.. , nggak pelru dr serumpun
>
> dari bakteri ke padi juga bisa.
>
> Jadi GM mestinya lebih menjanjikan.. walau hrs di kaji dulu resikonya
> sevara lebih teliti
>
> tentu bibit hiobrida atau lainnya dgn teknilk pemuliaan ya harus di
> uji dan dipasarkan
>
> tapi sy pikr teknologi yg lebih canggih perlu terus di kembangkan
>
> di Amrik , mrk sdh sampai menghasilkan sapi utk pedaging dan utk susu
> melalui proses kloning.
>
> dan ini sudah lolos uji FDA
>
> Soal degradasi [petugas penyuluh lapangan.. , ini kan yg sedang di
> koreksi .., degradasi itu terjadi krn otonomi daerah menyebabkabn
> tugas itu lari ke pemda. , dan pemda gak suka dpt kerjaan maunya
> dapat pendapatan daerah tambahan.
>
> akibatnya pertanian terpuruk.
>
> eksrensifikasi ok.. intensifikasi harus
>
> secara global. kata teori malthus ..ornag akan betrambah secara deret
> ukut.. kalao produksi pertanian ?? kalau mengandalkan hany apada
> penambahan lahan akan bertambah sesuai deret ukur
>
> Puji Tuhan, Alhamdullilah ada teknologi yg bisa melipat gandakan hasil
>
> sehingga ramalan malthus bhw akan terjadi kesimbangan krn beda jumlah
> orang dgn jumlahmakanan melalui pengurangan juml;ah ornag tidak pelru
> terjadi
>
> Teknologi bisa bikin , produk yg tadinya hanya sekali panen setahun
> bisa jadi dua kali
>
> teknologi bis abikin yg tadinya hasilnya 4 ton perha jadi 8 ton
>
> teknologi bisa bikin adanya bibit baru yg bisa ditanam di lahan
> yg tadinya gak bisa di tanami krn kurang air .. atau kurang panas.
>
> Teknologi biosa haislkan sapi dgn kloning
>
> HS

Kirim email ke