Mau saya ya..teknologinya kemudian hari harus di kuasai ileh bangsa sendiri

saya di yakinkan bbrpo temab bhw cukuyo banayk pakar GMO orang Indionesia.

tanaayain deh Ke Pak KK

hati ini .. impor dulu ya gak papa.. dmei pengejaran peningkatan produktivitas.

Tentu saja cara menghasilkan organik juga bis ajalan berdampinagn

HS
At 10:14 AM 11-10-08, you wrote:

>Oke saja GMO memiliki berbagai keunggulan, tetapi teknologi ke arah itu
>sangat tidak dikuasai oleh pakar kita. Ada peneliti di LPND yang menemukan
>berbagai teknologi sejenis, eh patennya ada di Jepang karena selama
>penelitian dibiayai oleh mereka atau bahkan merupakan bagian dari disertasi
>s-3 yang biayai dari mombusho dll.
>
>Artinya kalau kita latah dengan teknologi ini maka tingkat ketergantungan
>akan sangat tinggi lagi.
>Seperti produk kloning, kita kan hanya bisa beli untuk konsumsi bukan untuk
>dikembangkan. Kalau biakkan atau ditanampun ya sekali itu saja (bagian dari
>proteksi hak cipta kali)
>
>Itulah ketidaksenangan saya dengan GMO, kecuali pakar kita mampu menemukan
>ini
>Misalnya padi dengan alang-alang (akan jadi padi yang hidup seperti
>alang-alang) sehingga tidak perlu penyiangan dan pembalikan tanah yang
>menurunkan biaya produksi
>Ikan yang bisa hidup tanpa air (mungkin ikan gabus, kepiting atau kodok
>sebagai gen base silangnya), sehingga tidak perlu ada formalin sebagai
>pengawet.
>
>Sapi broiler yang tidak perlu menunggu tahunan dengan kenaikan berat yang
>fantastis sehingga tidak perlu digelonggong atau dicampur dengan daging
>celeng karena biayanya operasi sudah murah.
>
>Itu juga bagian dari cinta teknologi dalam negeri.
>
>Ilmi

Kirim email ke