Lho, mengapa anggota DPR takut sama PDIP dan PDS?
  Gabungan kedua partai itu kan belum mayoritas?
  Kalau diluar PDIP dan PDS betul - betul mendukung RUU Pornografi, karena 
mereka sebetulnya kan mayoritas, mengapa tidak dilanjutkan saja?
  Atau sebetulnya ada agenda lain selain pembahasan RUU Pornografi?
   
  Saya khawatir, sebetulnya Partai - Partai yang sudah menyatakan dukungannya 
terhadap RUU Pornografi sebetulnya juga menentang RUU tersebut, cuma tidak 
berani membuat pernyataan secara terbuka, takut gak dapet suara dari para 
pendukung RUU Pornografi saat Pemilu 2009.
  Partai - Partai itu sebetulnya juga sangat sadar bahwa RUU Pornografi itu 
berpotensi memecah belah Bangsa Indonesia.
  Tetapi sebagai "dagangan Politik" kelihatannya sangat "layak jual".
  Akibatnya ya proses pembahasannya akan diulur terus dan hal ini juga akan 
dilanjutkan oleh anggota DPR hasil Pemilu 2009.
  Demikian seterusnya, sehingga RUU Pornografi ini tidak akan pernah disahkan.
   
  Yang berani membuat pernyataan secara terbuka cuma PDIP dan PDS, karena 
mereka yakin tetap akan dapat suara cukup significant tanpa dukungan kelompok 
Pendukung RUU Pornografi.
   
  Kalau perkiraan saya ini benar, artinya kelompok Pendukung RUU Pornografi 
cuma dijadikan alat untuk meningkatkan jumlah pemilih saat Pemilu oleh Partai - 
Partai politik diluar PDIP dan PDS.
  Setelah itu, ya ditunggu pada Pemilu 2014 untuk memberikan suaranya kembali.
  Jadi jika ada anggapan bahwa penundaan pengesahan RUU Pornografi ini 
merupakan akal - akalan Politik dari anggota DPR, ya ada benarnya juga.
   
  Kasian betul para pendukung RUU Pornografi yang hanya dijadikan obyek Partai 
Politik.
   
  Salam,
   
   
  Adyanto Aditomo

im_armando <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Ini ada kabar gembira buat mereka yang menentang RUU Pornografi.
Hampir pasti, RUU Pornografi tak akan disahkan pada 24 Oktober.
Jadi akan dibahas lagi sesudah masa reses, yakni November.
Menurut kalkulasi politik, pada November pun DPR tak akan mensahkannya 
mengingat tekanan keras Bali, media massa dan, terutama, PDIP dan PDS, 
tak akan membuat DPR berani ambil risiko.
Jadi, diduga RUU tidak akan lolos sampai terbentuknya pemerintah dan 
parlemen baru.
Jadi, have fun, ya guys!

ade armando
PS. Supaya jangan ada yang menuduh posting saya ini bagian dari akal-
akalan politik, saya tetap menyarankan para penentang RUU Pornografi 
terus bicara sampai terbukti bahwa RUU ini betul-betul batal disahkan.



                           

       
---------------------------------
  Dapatkan alamat Email baru Anda!  
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke