Ada 2 kemungkinan besar yang terjadi:

1.  RUU PORNOGRAFI hanya merupakan alat 'To Test the Water' dari Other Bigger 
Hidden Agenda;

2. Para manusia yang tergabung di partai selain yg 2 tsb memang jelas pengecut 
u/menyuarakan kebenaran, sekaligus mempertunjukkan betapa mereka selama ini 
bekerja tidak u/kepentingan rakyat yg selama ini dikatakannya!  Institusi tsb 
perlu ganti nama tuh, jangan deh lagi pakai nama 'Dewan PERWAKILAN RAKYAT'.


ED






Sent from my BlackBerry� wireless device from XL GPRS network

-----Original Message-----
From: Adyanto Aditomo <[EMAIL PROTECTED]>

Date: Thu, 23 Oct 2008 14:52:53
To: <[email protected]>
Subject: Balasan: [Forum-Pembaca-KOMPAS] RUU Pornografi Hampir pasti batal 
disahkan


Lho, mengapa anggota DPR takut sama PDIP dan PDS?
  Gabungan kedua partai itu kan belum mayoritas?
  Kalau diluar PDIP dan PDS betul - betul mendukung RUU Pornografi, karena 
mereka sebetulnya kan mayoritas, mengapa tidak dilanjutkan saja?
  Atau sebetulnya ada agenda lain selain pembahasan RUU Pornografi?

  Saya khawatir, sebetulnya Partai - Partai yang sudah menyatakan dukungannya 
terhadap RUU Pornografi sebetulnya juga menentang RUU tersebut, cuma tidak 
berani membuat pernyataan secara terbuka, takut gak dapet suara dari para 
pendukung RUU Pornografi saat Pemilu 2009.
  Partai - Partai itu sebetulnya juga sangat sadar bahwa RUU Pornografi itu 
berpotensi memecah belah Bangsa Indonesia.
  Tetapi sebagai "dagangan Politik" kelihatannya sangat "layak jual".
  Akibatnya ya proses pembahasannya akan diulur terus dan hal ini juga akan 
dilanjutkan oleh anggota DPR hasil Pemilu 2009.
  Demikian seterusnya, sehingga RUU Pornografi ini tidak akan pernah disahkan.

  Yang berani membuat pernyataan secara terbuka cuma PDIP dan PDS, karena 
mereka yakin tetap akan dapat suara cukup significant tanpa dukungan kelompok 
Pendukung RUU Pornografi.

  Kalau perkiraan saya ini benar, artinya kelompok Pendukung RUU Pornografi 
cuma dijadikan alat untuk meningkatkan jumlah pemilih saat Pemilu oleh Partai - 
Partai politik diluar PDIP dan PDS.
  Setelah itu, ya ditunggu pada Pemilu 2014 untuk memberikan suaranya kembali.
  Jadi jika ada anggapan bahwa penundaan pengesahan RUU Pornografi ini 
merupakan akal - akalan Politik dari anggota DPR, ya ada benarnya juga.

  Kasian betul para pendukung RUU Pornografi yang hanya dijadikan obyek Partai 
Politik.

  Salam,


  Adyanto Aditomo

Kirim email ke