Baiknya hal tsb dimulai dari internal partai, yg saling mengakui 
KEMENGANGAN-KEKALAHAN. Jika partai blm mampu, bgmana ybs bisa menularkan hal 
tsb kpd bangsa? moga akan lahir obama baru thn 2009. Salam Putra Papua




--- Pada Sen, 10/11/08, yusuf riyanto <[EMAIL PROTECTED]> menulis:

> Dari: yusuf riyanto <[EMAIL PROTECTED]>
> Topik: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Kejutan Obama: Kita Lebih Bisa
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Senin, 10 November, 2008, 3:17 PM
> Dear Temans FPK
>  
>  Mohon maaf, wah ini paragraph dan Alignment nya hilang
> ya..:-)
>  
> Semoga tidak membuat teman-teman pusing dalam membacanya
> ya....
>  
> Salam,
> Yusuf Senopati Riyanto 

> Apa Iya Jalan Masih Panjang ?
> Obama Menang, Barrack jadi Presiden ke 44 United State Of
> America.
> �Komentar serta euphoria semacam inilah yang beberapa
> hari belakangan ramai
> di dengung-dengungkan. Mulai dari anak-anak sekolah dasar
> hingga mereka yang
> disebut sebagai tokoh Nasional.
> Fenomena ini sungguh ironis, hanya karena seorang Obama
> pernah mengenyam
> pendidikan di Indonesia, dapat menciptakan publik terbius,
> larut dan seolah-olah
> bagian dari masyarakat yang menjadi Pemilih tetap negeri
> Paman Sam tersebut.
> Ironis dikarenakan sepuluh tahun perjalanan proses yang
> kita sebut Reformasi
> ternyata berjalan tidak mempunyai struktur, bentuk yang
> jelas. Demikian juga 100
> Tahun Kebangkitan Nasional yang kita rasakan adalah adanya
> kemunduran bangsa ini
> di beberapa sektor. Gizi buruk misalnya.
> Tetapi kita tidak boleh melihat sebelah mata, tidak semua
> persoalan di negeri
> ini berantakan dan luluh lantah. Kita lihat sepak terjang
> beberapa lembaga
> Pemerintahan yang dapat diacungkan jempol, Restrukturisasi
> di tubuh, badan
> Yudikatif kita , serta masih banyak hal positif lainnya
> yang telah di perbuat
> oleh Pemerintah , serta berbagai komponen masyarakat.
> Pemerintah tidak mungkin
> dapat melaksanakan seluruh tugasnya sendirian tanpa adanya
> peran serta
> masyarakat.
> Diantara teman ngobrol, diskusi, apa iya ?, sampai terjadi
> obrolan bahwa 70 %
> orang Indonesia mendukung Obama dan hanya 30% yang
> mendukung SBY. Ini bagian
> ironis diatas yang telah kita sebutkan. Dimana saat
> perkembangan bangsa ini
> masih �abu-abu� arahnya, kita,hampir seluruh masyarakat
> Indonesia merasa
> terlibat langsung dalam Pemilu Presiden Amerika Serikat.
> Suatu fenomena serius yang mungkin dapat menjadi renungan
> bagi kita bersama
> untuk bagaimana menyikapi fenomena tersebut.
> Kenapa.? Karena banyak hal yang dapat menjadi bahan
> pembelajaran bagi
> perkembangan bangsa ini kedepan. Antara lain adalah ketika
> Presiden terpilih
> diumumkan berdasarkan electoral college� maka secara
> spontan kandidat yang
> kalah memberikan selamat kepada Pemenang. Demikian juga
> Presiden Incumben
> memberikan selamat termasuk para mantan Pemimpin negeri
> Paman Sam tersebut.
> Bagaimana dengan di kita.? Saat perayaan hari kemerdekaan
> Republik Indonesia
> setiap tanggal 17 Agustus misalnya. Coba kita lihat di
> jajaran depan tamu
> undangan. Apa ada para mantan Presiden kita..?�
> Kemudian, mau menjadi Pendengar yang baik dengan bersedia
> mengakui bahwa di
> setiap kegiatan sosial kemasyarakatan akan selalu �Ada
> Langit diatas
> langit�. Pemahaman ini dalam konteks mau mendengarkan
> adalah : menyatukan Ego
> dari berbagai Komponen Bangsa ini Bersepakat untuk Sepakat
> demi Perbaikan Bangsa
> kedepannya bukan kepentingan pribadi. Kenapa susah? Ada
> Apa?. Ini berlaku bagi
> semua komponen Tua Muda, tokoh non tokoh mari kita satukan
> ego untuk kepentingan
> bangsa. Berpikir Positif� Berkarya Positif.
> Keberhasilan itu akan tercapai apabila konsisten dan
> komitmen dari berbagai
> komponen bangsa, masyarakat untuk berbagai bidang termasuk
> pendidikan politik,
> pendidikan character building. Melalui pendidikan politik
> yang sehat kita
> berharap akan terbentuk loyalitas serta militansi
> nasionalisme pemimpin
> eksekutif,legislatif dan diimbangi oleh loyalitas kepada
> visi, misi , program
> sosial kemasyarakatan sesuai dengan konstitusi mekanisme
> yang demokratis. Bukan
> menciptakan �Masyarakat Instan serta konsumtif
> materialistis�, �Aji
> Mumpung�. Bukankah lebih baik sedikit berbeda daripada
> tidak sama sekali ?.
> Mungkin Partai Politik kita harus mampu menunjukan
> perbedaannya, walaupun cuma
> sedikit, dari dan untuk Masyarakat.
> Kembali dari euforia Barrack Obama Kepada proses Pemilu
> yang hanya tinggal
> hitungan bulan.� Partisipasi kita dalam Pemilu sangat
> mempengaruhi perjalanan
> waktu kita, bangsa ini kedepannya. Untuk menentukan pilihan
> kita. Akan bijak
> apabila kita dalam Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden ,
> kita sama fokus dan
> gegap gempitanya seperti saat kita larut hanyut dalam
> Pemilu Presiden Amerika
> Serikat. Apa kita tidak bisa..?..
> Kita memiliki Penduduk lebih dari 200 juta jiwa dan luar
> biasa 40 Partai
> Politik, semuanya Anak Bangsa dan Warga Negara Indonesia
> Calon Legislatifnya,
> Calon Presidennya. Banyak Barrack Obama di Indonesia. Kita
> buat efek bola salju
> untuk menyatukan Ego, Tua, Muda, tokoh non tokoh semua
> komponen bangsa untuk
> perbaikan Bangsa, kebersamaan . Cara yang sesuai dengan
> konstitusi adalah
> Pemilu, ini saatnya. Untuk Kaderisasi Pemimpin Bangsa.
> Kita melebur menyatu bersama agar Pemilu jangan sampai tak
> lebih hanya ritual
> demokrasi prosedural yang boros dan tak berarti.
> Kita butuh waktu cepat. Hasil yang kita harapkan melalui
> proses mekanisme
> Transisi, Reformasi bukan secara instant, untuk
> menghasilkan politisi yang lebih
> berbobot dan bermoral mengabdi kepentingan masyarakat,
> bangsa. Hasil kaderisasi
> mencakup pendidikan mental. Agar hubungan dengan masyarakat
> lebih bermoral,
> �Jangan ada dusta diantara kita�.
> �Berpikir Positif Berkarya Positif

Kirim email ke