At 02:10 PM 21-11-08, you wrote: >KAMI DOKTER HEWAN BUKAN PEDAGANG ...! > >Akan sangat bagus jadinya negara Indonesia kalau kita mempunyai >risk assesment yang valid, untuk penyakit apapun, tidak hanya untuk >PMK. Pertanyaanya apakah anda mengerti apa itu Risk assesment? >jangan berkelit dengan mengatas namakan itu tugas tim analisa Risk >Assesment sama seperti jawaban anda pada saat tanggapan pertama >keluar. Kalau anda tidak mengerti persyaratan Risk Assesment ya >tidak ada gunanya memulai perdebatan. >Imported Risk Assessment HANYA BISA DILAKUKAN JIKA NEGARA PENGIMPOR >MEMILIKI KEMEMPUAN UNTUK MENDETEKSI PENYAKIT MELALUI ALAT UJI YANG >VALID DAN STANDARD. >Pertanyaan berikutnya : Apakah Indonesia memiliki peralatan uji >standard untuk mendeteksi virus PMK dalam daging ? sampai detik ini >tidak ada satupun laboratorium di Indonesia yang memiliki >kapabilitas ataupun pernah berhasil mendeteksi virus PMK dalam >daging YANG HANYA BISA DILAKUKAN DENGAN UJI PCR. Anda mengerti apa >itu PCR ?
kalau gak punya yg tinggal beli .. munngkin anda bukan pedagang.. tapi gak ada yg salah jadi pedagang seperti gak ada yg salah jadi drh.. tapi yang pakai otak dan nurani dong.. > uji Polymerase Chain Reaction untuk mendeteksi keberadaan >material genetik virus. Diperlukan waktu cukup lama dan biaya yang >cukup banyak untuk menstandardkan uji seperti ini di Indonesia. >Laboratorium yang dapat dan diperbolehkan melakukan uji ini >berdasarkan Kepmen thn 1983 hanyalah PUSVETMA di Surabaya yang telah >terbakar dan tidak berfungsi lagi sejak tahun 2005 silam. >Komentar anda yang dengan mudahnya mengatakan " memang berapa sih >biaya untuk membuat lab ? ya gampang tinggal buat saja " itu sangat >menyinggung perasaan para Dokter Hewan di Indonesia, apalagi mereka >yang pernah berperan dalam mengeradikasi PMK di Indonesia. >Kami mohon maaf jika kami bersifat kepala batu dalam hal ini. >Karena memang sudah menjadi tugas kami para Dokter Hewan untuk >mencegah penyakit berbahaya masuk ke Indonesia apapun resikonya, Dan >kami telah disumpah untuk melakukan tugas ini. aduuuh majuin Indonesia yuk... jangan bikin monumen indonesia perlu peternakan maju perlu konsuemen dapat daging sapi yg murah tapi aman ayo bagaimana bikinnya.. ?? gak tahu ... ?? tanya ahlinya sekian tahun bebas PMK.. impor meningkat.. konsumsi daging gak naik naik.. harga daging lebih mahal dari negara tetangga yg jauh lebih kaya rakyatnya.. > Kami melihat dari >sudut pandang pencegahan penyakit dan kami tidak pernah memihak >kepada pihak manapun. Tidak hanya anda, jika pak Suhaji pun berniat >akan mengimpor daging dari Brazil, atau India, atau Malaysia, atau >tempat manapun didunia yang belum bebas PMK kamipun tetap akan >menentang. Apalagi jika alasan impor hanya pada kata SELISIH HARGA, >mohon maaf, kami tetap akan menentang anda. KAMI DOKTER HEWAN BUKAN >PEDAGANG. semua yg baca pasti tahu prinsip anda...pokoke... pokoke.. gak bole hmasuk habis aku dokter hewan.. ( lha yg setuju juga drh.., lha OIE yg ijinin jugabanyak drh) kalo kamu pintar bikin daging Brazil atau India masuk tetapi kita tetap bebas PMK, caranya.. ya laksanakan tindakan mitigasi yg disarankan.. eh aku juga punya konsep lho.. Udah baca tulisanku di www.nampa-ind.com ?? kamu tahu gak sih tim risk assesment itu juga banyak dokter hewan ? ayo jangan omong seolah kamu mewakili semua dokter hewan ?/ atau mau kepala batu lagi.. bilang bhw anggota yg bikin risk assesment itu dokter hewan boongan,?? nanti Pak Denny Lukman tersinggung lho Ayo pakai argumen kalau berdebat.. jangan bawa bawa korps..kmau gak punya hak.. kamu cuma riak kecil atau titik kecil didalam populasi dokter hewan .. saya tidak akan pernah menyudutkan drh lha kakakku aja mantan dekan FKH IPB.... ayo ahh diskusi yang baik .dgn argumen jangan pakai .. tersinggung lah... sumpah lah .. saya drh lah.. gak laku deee. ( maaf nih spt nya kamu yunior saya ya..boleh dong saya harap supaya lebih pintar dikit diskusinya .. seeprtinya kamu maish muda... ya. janagn sakit hati ya.. HS
