coba dee ..

di seluruh tulisan ini

dimana ada argumenbarunya ??

gak ada kan

Sitepu sakit mulut

drh menolak krn mrk penanggungab jawab veteriner




Susah kan omong sama yg beginian


data yg bervariasi apa maksudnya... udah pastidee konsumsi per kapita 
daging kita per kapita  cuma 1.7 kg krn kemahalan.. bandinin aja sama 
Malaysia  Singapore Aergentina semuanya diatas 20 puluh


mau data populasi  ? past dee di bawah 12 juta, bandingkandgnIndia 
180 juta Brazil 180 juta


mau apa lagi ,

Coba dee...

terus jangabn pikri urusan daging it hanya urusan drh .. yg pintar cuma drh

ini saya beri data lagi, utk konsum si daging total ( termausk 
ayam,kambing) KOnsumsi per kapita kita sebnayak sekitar 8 kg 
perkapita per tahun no 14 terbawah,  yg lebih rendah ada 13 negara, mau tahu :


nih : Bangladesh( 3.1) ,Bhutan (3.5). Comoro . Congo , Guinea, India 
,Mozambique, Rwanda, Sierra leone, Srilanka, Virgin Island, Burundi 
,Ethiopia (7.9)


Cuma india perlu dicatat rata rata nya rendah krn sebagian besar 
penduduk  Hindunya gak makan daging sapi , tapi kalau muslimnya sih tinggi

sediih gak sih kita seimbangnya dgn  negara miskin, itu dgn konsumsi 
ayam kita yanglumayan tinggi , yaitu sekitar 5  5 kg..


ayo dongmutu dikit nulisnya ,kamudrmedia mana sih ?? kasihtahu.. 
terus darang aja ke saya ngobrol.., tapi jangan melintir ucapan saya ya.


Kan sudah saya bilang .. Rp.100 aja  yg dicadangkan oleh yang nguasi 
pangsa impor daging ke Indonesia  udah banyak banget buat  "nembakin "


lalu kalau pedagangitumestinya ..darimana juga gak ngaruh  ..krn sama 
aja untung juga

yg jadi masalah adalah ornag yganehmaunya dagingmahal bukan daging 
murah  padahal dua duanya  aman

Tidak satupun argumen saya di bantah..lagi lagi sakit mulutt eh 
nambah di lengan dankaki


Soal Dr Lukman.. ?? udah jelas dia ikut dalamtim yg menyatakan bhw 
risk nya adaah  extreme low.


sekarang coba baca baik baik kutipan ini :


  dalam kaitan rencana
pemerintah ini jangan sekali-kali melewatkan peran dokter hewan yang
rata-rata berpendapat bahwa resiko masuknya penyakit hewan PMK yang zoonosis
ke Indonesia menjadi begitu tinggi sehingga kebijakan itu sebaiknya ditolak

coba bahas  , siapa yg ninggalin drh , Lha Drh Denny Lukman diikutkan 
dalam tim risk assesement

.

lalu ada drh Turni  dan maish banyak drh lagi., ada drh ygjuga SH itu..

cuma andaipun drh itu sebagian besar anti.. kan bukanberarti mereka 
benar ... ?  argumen yg sahih dong .

lalu liha  kalimat "rata rata berpendapat bhw risikonya masuknya 
tinggi ": tapi gak diikuti dgn analisa dan argumen


Udah ah .. saya  jadi malu lihat posting beginian


Kalau kayak gini lagi sy gak mau tanggapi.. kasihan waktu dan pikiran saya..

ini kutipanlagi :'


cobalah pengusaha yang demikian
berpikir dari sisi peternak dan masyarakat lain yang tidak berkepentingan,
pasti dengan kecerdasannya akan mampu membuat data yang ternyata juga
emmbikin kita tak harus terpaku pada solusi tungggal impor daging dari
negara yang tidak bebas PMK. (yonathanrahardjo)

solusi tunggal ?  ya coba  ..dee kalau ada sumberlain sembut dobng 
konkrit.. ipor drnegara X ..

nggak bisa uga kan ??

lalu otak mu bisa akmikir kenapa  OIE sengaja bikin status  daerah 
ebas PMK selain negara bebas PMK  ?

ayo dong jawab argunen saya,... jangan pokoke pokoke pokke impor dr 
Brazil bahaya...

saya takut krn kesal saya malahmengucapkan kata ygmenyakitkan hati anda.

tapi sebagi senior saya memang sedih lihat cara berpikir ada..


ada dua yg bisa ikin kesalahan


ygs tu adalah orang yg niatnya    jahat

satu lagi, yang niatnya gak jahat tapi otaknya kurang 
banyak,.,sehingga mengambil kesimpulan salah..

supaya gak salah ayo otak dipakai utk berargumentasi...


saya maish ingat kok tulisan anda ygmau menggerakkan massa ...!!!

waspadai penunggangan massa


ini lagi kutpan tulisanmu ;

BEM FKH pun bependapat sama. ia berpendapat senada. pendeknya
pemerintah perlu memeprhatikan suara dokter hewan ini. masalahnya bagi saya,
dokter hewan sendiri dalam memandang persoalan pun juga sangat bervariasi
tergantung dari cara dia memandang. kita ingat daging ilegal dari Inda yang
juga menjadi pro kontra yang satu bersikukuh tidak masalah (dalam hal ini
masuk kelompok Dr Drh Malole) berseberangan dengan dokter hewan yang lain.
seingat saya saat itu dimenangkan oleh kelompoknya Dr Malole



nah kan Malole itu drh dan kelompoknya memenangkan debat bhw daging 
India  " tidak masalah "


.udah dee cape.. biat jadi urusan intern drh ..

ayo dee masih banyak ladang yg bisa kaliankerjakan buat bikin monumen 
baru, jangan mau didikte oleh  Sitepu ..

Siapa juga lihat ornag ini omong sendii aja dgn pendapat imopor dr 
brazil bahaya, tanpa menyanggah argumen saya atau memberi argumen dia..

ngaku wartawan lagi ( katanya dr Media)


HS

At 12:11 PM 11/25/2008, you wrote:
>soal impor daging Brazil juga menjadi perhatian mahasiswa. mahasiswa
>fakultas peternakan dan mahasiswa fakultas kedokteran hewan dengan Badan
>Eksekutif Mahasiswa masing-masing dan Ikatan Mahasiswa-nya seluruh Indonesia
>pun mengadakan perbincangan dalam forum kajian peternakan dan kesehatan
>hewan yang berkegiatan bersama media masa peternakan dan kesehatan hewan.
>Minggu 22 Nopember 2008, saya sebagai salah satu wakil dari salah satu media
>berangkat dari jakarta ke fakultas peternakan IPB. tempat pertemuan di ruang
>sidang yang terletak di lantai 3, acara sudah sampai pada sesi pembicara
>kedua Dr Drh Denny Lukman yang membahas tentang kaitan impor daging dari
>brazil itu dengan disiplin ilmunya yaitu kesehatan masyarakat veteriner
>dalam hal ini sangat terkait dengan Penyakit Mulut dan Kuku yang menjadi
>perhatian sangat serius berbagai kalangan. Doktor Denny Lukman tentu nanti
>dapat menambahkan bila ada yang dirasa perlu. sepintas  saya mendapatkan
>kepedulian yang tinggi dari dokter hewan ini, sebagai pemangku otoritas
>veteriner di bidangnya. sungguh saya mendukung bahwa dalam kaitan rencana
>pemerintah ini jangan sekali-kali melewatkan peran dokter hewan yang
>rata-rata berpendapat bahwa resiko masuknya penyakit hewan PMK yang zoonosis
>ke Indonesia menjadi begitu tinggi sehingga kebijakan itu sebaiknya ditolak.
>Saya sendiri pernah mendapat cerita dr Drh Mangkoe Sitepu yang dalam
>pengendalian PMK itu dia tidak hanya luka di lengan dan kaki, namun juga di
>mulut, bahkan sampai berbuih-buih dalam waktu begitu lama. bagi saya hal ini
>bukan penyakit yang main-main, demikian juga bagi Drh Mangkoe. bahkan
>mahasiswa dari BEM FKH pun bependapat sama. ia berpendapat senada. pendeknya
>pemerintah perlu memeprhatikan suara dokter hewan ini. masalahnya bagi saya,
>dokter hewan sendiri dalam memandang persoalan pun juga sangat bervariasi
>tergantung dari cara dia memandang. kita ingat daging ilegal dari Inda yang
>juga menjadi pro kontra yang satu bersikukuh tidak masalah (dalam hal ini
>masuk kelompok Dr Drh Malole) berseberangan dengan dokter hewan yang lain.
>seingat saya saat itu dimenangkan oleh kelompoknya Dr Malole. kali ini dalam
>kasus daging brazil tampak jelas bahwa pemerintah mendapat pendekatan yang
>sangat hebat oleh kaum importer dan pedagang yang kita tahu juga siapa-siapa
>orangnya. sementara suara yang berseberangan dari pengusaha penggemukan dan
>peternak, dan dokter hewan pada umumnya. di sisi mahasiswa, jelas merupakan
>kelompok yang tidak punya kepentingan sama sekali di sini kecuali ia anak
>penguasaha terkait. mahasiswa masih murni idealismenya dalam memandang
>permasalahan ini. mereka pun minta pada pemerintah untuk dapat menunjukkan
>data yang sesungguhnya tentang hal ini sehingga dikatakan bangsa Indonesia
>memang kekurangan dagaing. acap kali kita tahu dengan jelas, data yang
>dimiliki berbagai instansi di Indonesia validitas dan keseragamannya sangat
>bervariasi, data yang tepat seringkali tidak didapatkan. perhitungan yang
>disampaikan para pedagang jelas masih bertumpu pada murahnya daging dari
>brazil itu. tampak tidak ada upaya lain untuk mencari alternatif lain.
>barangkali orang bilang kasih dong kami alternatifnya. lha itu, jelas kepada
>pengusaha yang membela mati-matian datanya selalu mengetengahkan data-data
>yang mendukung agar impor memang jadi dan berhasil lalu melemparkan
>alternatif itu pada orang yang bertentangan. cobalah pengusaha yang demikian
>berpikir dari sisi peternak dan masyarakat lain yang tidak berkepentingan,
>pasti dengan kecerdasannya akan mampu membuat data yang ternyata juga
>emmbikin kita tak harus terpaku pada solusi tungggal impor daging dari
>negara yang tidak bebas PMK. (yonathanrahardjo)

Kirim email ke