Mungkin analogi yang Anda pakai yang harus diubah. Bukan kucing mengejar ekornya sendiri, tapi kucing yang mengejar tikus2 koruptor. Kalau tikus itu dibiarkan, keenakan dong, dan bisa memberi wabah virus korupsi ke tikus lainnya. Ini bukan masalah energi terkuras, tapi masalah keadilan dan menciptakan budaya jujur.
riyanto Sent from my BlackBerry� powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: Juswan <[EMAIL PROTECTED]> Date: Sun, 23 Nov 2008 05:44:27 To: FPK Kompas<[email protected]> Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Ke Mana Energi Bangsa [khususnya,generasi muda] Mau Diarahkan.. Nggak juga nihilisme mas Eko. Cuma kenyataannya Tuhan menciptakan manusia dengan "wajah yang menghadap ke muka". Bukan ke belakang ! Jadi janganlah kita bersikap seperti "kucing yang mengejar ekornya sendiri" sehingga terus berputar-putar seperti "merry go round" dan tidak maju maju. Bukan nihilisme melainkan beda paradigma saja. Ada yang punya paradigma "fiat iustitia ruat coeli" tetapi ada yang punya paradigma beda "fiat voluntas tua". Keduanya penting. Saya sih cuma pikir bangsa ini jangan hendaknya terus seperti kucing yang berputar-putar mengejar ekornya sendiri. Habis energi dan tidak maju-maju boro-boro mencapai tujuannya. [Energi banyak terkuras berusaha menghukum HMS tetapi gagal karena ybs wafat. Energi dikuras lagi berusaha harta keturunannya dibalikkan ke negara. Sampai kini tidak berhasil apapun. Sampai kapan mau dikuras lagi energi massa untuk hal-hal seperti itu? Saya sungguh tidak tahu... karena "energi massa" itu bukan penjumlahan satu tambah satu jadi dua semata-mata...] Mang Iyus
