kitagakmaumauskkan daging sapi ber PMK apa gak jelas juga ???
coba hitung berapa resikonya kalau masukkan dagingbone less yg udah diperiksa ante dan post mortem .. udah di ageing lalu di bvekukan lalu di kartinkan lalu dikirm ke Indonesia di pelabuhan khusus. di jag abaik baik kita pastikanbhw jagal diBrazilyg di bolehkan mausk itu punya safety management yg baik dan dapat di trace back dgnlancar nahkalau kita sampaipada kesimpulanbhw risk nyanegligible ya udha lha ygsekarang juga ada risk dr penyusupan di Kalimantan dan Batam ngert gak sih.. pernah belajar statistik gak sih bhw resiko o tuh gak ada lagi lagi Inggeris,.. lha it juga kesalahan lab nya sendiri..kenapa gak lihat bhw Brazil sukses.. aduh keras kepala amat sih HS At 01:20 PM 11/25/2008, you wrote: >Kita tidak dapat membayangkan bilamana terjadi wabah PMK pada ternak-ternak >kita, kerugian ekonomi menjadi sangat tinggi. cobalah klik google untuk >mendapatkan data tentang kerugian ekonomi yang terjadi akibat PMK. selain >resiko penyakit PMK pada manusia yang tertular, pada dasarnya kerugian >terbesar dari PMK memang kerugian secara ekonomi, dan yang paling parah >adalah kerugian perdagangan Indonesia sendiri bilamana negeri yang susah >payah dibebaskan dari PMK ini betul-betul terjadi dan menyebar virus PMK. >kerugian yang sangat besar nilainya dibanding dengan perdagangan daging >harga murah yang lebih menguntungkan segelintir pihak terutama >pengusaha-penguasaha importir dan pengolahan daging dan para karayawannya >dan masyarakat yang mendapatkan cipratannya. kerugian ekonomi akibat virus >PMK yang masuk dan bisa kemungkinan merebak kita ambilkan contoh pada tahun >2003 saja apabila di Indonesia terjadi wabah PMK, dibutuhkan sekitar Rp 11,5 >trilyun untuk pemberantasannya. Suatu nilai sanagt sangat sulit dibayangkan >pada saat kondisi Indonesia sepeti sekarang ini bagi negara kita yang >sebetulnya sudah dinyatakan bebas PMK oleh Organisasi Kesehatan Hewan Dunia >(Office International des Epizooties/ OIE) sejak tahun 1990. Contoh >lain ketika >PMK mewabah di Inggris tahun 2001, kerugiannya sekitar Rp 14 trilyun per >bulan di sektor peternakan saja mencakup berkurangnya pendapatan peternak >tambah devisa Rp 8,82 trilyun per tahun akibat penolakan ekspor ternak dan >produknya. Kerugian mencapai Rp 77 trilyun pun merambah di sektor >pariwisata. DFari berbagai informasi kita dapatkan bahwa kerugikan yag >terjadi secara langsung pada ternak kita adalah penurunan produktivitas >kerja, penurunan bobot hidup, gangguan kesuburan, kerugian ekonomi akibat >penutupan pasar hewan serta daerah tertular, hingga hilangnya peluang ekspor >hasil ternak, hasil ikutan ternak, hasil bahan hewan dan pakan. berikut saya >kutipkan uraian dari hal ini (Bila PMK kembali "tinggal" di Indonesia) >berdasar sumber di Balai Penelitian Pengembangan Ternak Balitbang Deptan RI >sendirimaka akan merugikan hal-hal berikut ini: (a) *Penurunan produktivitas >kerja ternak*. (b). *Penurunan bobot hidup*.Ternak penderita PMK sulit >mengonsumsi, mengunyah, menelan pakan, bahkan pada kasus sangat parah tidak >dapat makan sama sekali. Cadangan energi tubuh akan terpakai terus hingga >bobot hidup menurun dan ternak menjadi lemas. (c). *Gangguan fertilitas*. >Ternak produktif terkena PMK akan kehilangan kemampuan melahirkan setahun >setelah terserang penyakit. Ternak baru dapat beranak kembali setelah dua >tahun kemudian. Jika semula seekor mampu beranak lima ekor, karena penyakit >ini kemampuan melahirkan menurun menjadi tiga ekor atau kemampuan >menghasilkan anak menurun 40 %. (d). *Kerugian ekonomi akibat penutupan >pasar hewan dan daerah tertular*.Bila terjadi serangan PMK, seluruh kegiatan >di pasar hewan dan rumah pemotongan hewan (RPH) ditutup berakibat pekerja di >pasar hewan dan RPH, pedagang ternak, serta pengumpul rumput kehilangan mata >pencaharian selama jangka waktu tak menentu. (e) *Hilangnya peluang ekspor >ternak, hasil ikutan ternak, hasil bahan hewan, dan pakan*.Sangat berbahaya >pula bila penyakit ini sangat mudah menyebar ke ternak berkaki genap lain. >Seperti terjadi di Inggris hanya perlu waktu seminggu untuk membuat PMK >beredar. Wajar para stake holder peternakan banyak bersuara keras untuk >menolak impor daging sapi dari Brasil.Sekali lagi sejak tahun 1990 Indonesia >telah diakui oleh OIE sebagai Negara yang terbebas dari PMK. Sebuah prestasi >besar mengingat besarnya perjuangan berbagai kalangan tanpa lelah selama >12 tahun sejak 1974 sampai 1986 membumihanguskan PMK dari tanah air. >Merupakan sebuah kerugian yang nyata bila kemudian penyakit ini kembali >"mampir kembalil" di Indonesia. Sebagai catatan, terakhir pemerintah Inggris >mengalami kerugian yang sangat tinggi, ketika harus memusnahkan jutaan >sapinya akibat terkena PMK. Sinyal lampu kuning yang harus diperhitungkan >pemerintah, dibanding kilauan tawaran harga yang didengung-dengungkan oleh >Brasil yang bisa sampai 60% dari harga daging sapi yang biasa Indonesia beli >dari Australia atau New Zealand. Semua tak berarti bila wabah PMK merebak >dimulai dari masuk kembalinya virusnya, yang pertama kali pernah "menetap" >di Indonesiapada 1887 di Malang, Jawa Timur. (yonathanrahardjo)
