Perbandingan libur anak sekolah dan libur karyawan untuk dijadikan indikator lenggang atau macetnya jalanan adalah perbandingan tidak fair. Kalau karyawan libur, anak sekolah pasti libur juga. Jadi jalanan pasti sepi. Kita tak tahu apakah jalanan juga akan sepi atau tetap macet jika karyawan libur tapi anak sekolah tak libur. Sementara itu, libur anak sekolah seringkali bukan cuma sehari, tapi bisa sampai dua minggu atau dua bulan pada saat-saat tertentu. Maka jelas terasa jalanan lebih lenggang. Kalau saja karyawan juga punya libur serupa, maka akan bisa diukur lebih fair apakah dengan itu jalanan tetapmacet atau jadi lebih sepi. Yang jelas, kalau dari segi jumlah, maka jumlah karyawan--negeri dan swasta--lebih besar dari jumlah siswa sekolah. Mestinya secara matematis saja sudah jelas siapa penyebab kemacetan yang lebih besar. Faktanya, yang dikorbankan adalah anak sekolah. manneke
--- On Thu, 11/27/08, Joe D Santos <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Joe D Santos <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Kalau PNS masuk jam 06.30 wib To: [email protected] Received: Thursday, November 27, 2008, 10:10 PM Memang tidak mudah Pak Manneke, Pak haniwar, kemacetan ini sudah cukup kompleks, penyebabnya macam2, muali dari mental manusianya sampai infra struktur yang tidak memadai. Kalau Survai suda dilakukan Dan di ambil kesumpulan dengan pelaksanan pergeseran jam masuk sekolah, semoga saja bisa berjalan seperti yag diharapkan, karena memang kalo pas liburan sekolah, jalan raya seperti longgar. Tapi perlu diketahui juga, pengguna jalan adalah Ada beberapa kelompok, kalau boleh saya anggap begitu, 1. Pelajar Dan mahasiswa 2. PNS 3. Pegawai Swasta 4. Sektor Informal Memang penyumbang kemacetan saat jam sibuk, adalah kelompok 1, 2,3 . Kalau menurut saya, yang masuk pagi (di geser jam nya) bukan anak sekolah saja, PNS juga perlu di majukan. Mungkin ini bisa mengurangi prosentase kemacetan lebih signifikan. Bagaiman Pak??? Perlu evaluasi lagi??? Boleh di terapkan untuk saat mendatang.
