MUNGKIN golkar dianggap kalah, jika dibandingkan dengan demokrat. ini memang 
sudah saatnya, setelah golkar "selamat" oleh akbar tanjung pasca reformasi. 
tapi, lihatlah PKB muhaimin ambrool, rasanya cuma jadi "anjing pudel", hiasan, 
dan rasanya cuma jadi pelengkap penderita, apalagi di bawah elite partai yang 
nggak punya wibawa.
hhd.

--- On Fri, 4/10/09, Enigma Tupa <[email protected]> wrote:

From: Enigma Tupa <[email protected]>
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Mengapa PG kalah?
To: "Forum Pembaca Kompas" <[email protected]>
Date: Friday, April 10, 2009, 8:12 AM











    
            
            


      
      Selamat malam,



selamat buat Demokrat, berkat "iklan pamungkas pendidikan gratis" yang 
ditayangkan sejak 6 April 2009, Demokrat melaju kencang. Salut buat "konsultan 
politik" yang merancang iklan hingga ke tanggal pembomannya. Panas setahun 
disiran hujan sehari. Iklan Gerindra yang berbulan-bulan jadi hilang maknanya 
dihapus oleh iklan Pendidikan Gratis ini. Bisa apa kalian, Gerindra? Gigit jari 
dan bengong aja! Ha..ha....ha. ..



Herannya, hingga detik ini, kenapa Bawaslu, Panwaslu, KPI, Para Pemimpin 
Parpol, Para Pengamat Politik dan lainnya, tidak mengangkat dan 
memperbincangkan "jurus keji" ini? Seperti di F1, jika kita mau "adil", 
Demokrat semestinya udah "di-diskualifikasi" . Sayang, ini Indonesia bung, 
tempat di mana "keadilan" cuma ada di sila kelima Pancasila, ya cuma tersurat 
nyata di sana......cuma itu.......



Lalu, kog perolehan suara PG kali ini bisa menyusut? Ha.....ha... ..ha..... 
wahai para kader dan simpatisan PG.....jika kita bersama-sama menyimak 
keseluruhan belanja iklan PG, terutama 3 hari terakhir masa kampanye.... .iklan 
1 halaman penuh berserakan di hampir harian yang terbit di bumi pertiwi 
ini.....bandingkan iklan Demokrat, yang melibatkan keseluruhan kadernya.... 
.iklan PG cuma menongolkan wajah SP & JK.....maunya apa sih  SP & JK? 



Akhirnya.... .jangankan para simpatisan, para kader "sejati" PG sendiri merasa 
"nek" dengan iklan tersebut.... sepertinya PG adalah "cuma" milik pribadi SP & 
JK.....apakah SHB X dan kader-kader lainnya tidak berhak atas PG? Ha..ha...ha. 
...wahai kader PG....bangunlah. ...sadarlah. ....Partai ini milik 
bersama....ayo. ...kembalilah ke berorganisasi yang benar......SHB X 
satu-satunya harapan untuk "menyelamatkan" Partai....Jangan lupa......SHB X 
adalah "masih" seorang Raja Sejati...



PG kalah, penyebab utamanya adalah sifat egois SP dan JK. Di Pilkada SUMUT 
juga, di mana SP sok ikut campur dengan nepostime kekeluargaannya dan 
kementang-mentangan nya karena punya segepok duit, PG kalah telak..... PG itu 
milik bersama..... .sadarlah. ...SP itu tidak layak dijual.....

ha...ha....sungguh jelek "konsultan politik" yang dibayar PG.......



salam sejahtera buat Indonesia yang lebih cerdas...... .et



[Non-text portions of this message have been removed]




 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke