Yang membesarkan PD ya Golkar. Yang membimbing PD di DPR ya Golkar Yang membuat Pemerintahan SBY dianggap berhasil oleh rakyat, ya Golkar. Tetapi konsekuensi sebagai Partai Yang Menempel Kepada Pemenang, untuk jangka pendek memang diuntungkan, yaitu mendapat bagian dari kue kekuasaan, tetapi untuk jangka panjang, karena masyarakat menganggap itu semua jasa PD dan SBY yang secara cerdik dan cerdas telah berhasil mengendalikan dan memanfaatkan Golkar secara Optimal, maka apresiasi rakyat jatuh ke PD dan SBY. Untuk 5 tahun mendatang, jika Golkar tetap menginginkan tetap menjadi Partai Besar pada Pileg 2014, pilihannya hanya ada 2, yaitu: 1. Merebut kekuasaan melalui Pilpres, dimana Presidennya dari Golkar, atau 2. Menjadi Partai Oposisi dan berkoalisi dengan Partai Oposisi lain agar lebih efektif dalam melakukan kontrol terhadap pemerintah. Tetapi mengingat sejak 40 tahun didirikannya Golkar sudah terbiasa memegang kekuasaan, apakah Golkar mau jika cuma jadi oposisi. Ya, tapi itu adalah pilihan Golkar dengan segala konsekuensinya. Salam, Adyanto Aditomo
--- Pada Sab, 11/4/09, ajud ajudri <[email protected]> menulis: Dari: ajud ajudri <[email protected]> Topik: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Mengapa PG kalah? Kepada: [email protected] Tanggal: Sabtu, 11 April, 2009, 4:52 PM Bapa JK (Golkar) kembali ke SBY (demokrat) kenapa tidak? Bagaimanapun apa yang mungkin dianggap keberhasilan sekarang, tak lepas dari kesigapan dan kecerdasan JK. Buat pak JK, jangan ragu untuk balik lagi bergandengan tangan....bukankah menurut survey SBY - JK masih relatif unggul. Bukannya saya kagum atau puas dengan pasangan ini, namun dibanding dengan komposisi "Pasangan " lainnya....? ??? semua pasangan lain tak ada yang bisa memberikan harapan. Jadi bolehlah saya berharap SBY - JK kembali lagi bersama. Buat pak SBY jangan busung dada dulu,,,, segala sesuatu bisa saja terjadi. Karena pemilihan Umum di Indonesia, tak jauh beda dengan pemilihan bintang Idol. Lebih bermain emosi dan perasaan suka-tak-suka, sehingga gampang berubah tergantung mood. Pemilih Indonesia juga lebih suka yang kalam dan menjaga diri...ketimbang yang emosional, meledak-ledak, sok pintar, atau yang bergaya revolisioner. Selamat buat Bapak SBY, semoga masih bisa berpasangan dengan JK.
