Bapa JK (Golkar) kembali ke SBY (demokrat) kenapa tidak? Bagaimanapun apa yang mungkin dianggap keberhasilan sekarang, tak lepas dari kesigapan dan kecerdasan JK.
Buat pak JK, jangan ragu untuk balik lagi bergandengan tangan....bukankah menurut survey SBY - JK masih relatif unggul. Bukannya saya kagum atau puas dengan pasangan ini, namun dibanding dengan komposisi "Pasangan " lainnya....???? semua pasangan lain tak ada yang bisa memberikan harapan. Jadi bolehlah saya berharap SBY - JK kembali lagi bersama. Buat pak SBY jangan busung dada dulu,,,, segala sesuatu bisa saja terjadi. Karena pemilihan Umum di Indonesia, tak jauh beda dengan pemilihan bintang Idol. Lebih bermain emosi dan perasaan suka-tak-suka, sehingga gampang berubah tergantung mood. Pemilih Indonesia juga lebih suka yang kalam dan menjaga diri...ketimbang yang emosional, meledak-ledak, sok pintar, atau yang bergaya revolisioner. Selamat buat Bapak SBY, semoga masih bisa berpasangan dengan JK. --- On Sat, 4/11/09, Ignas Iryanto <[email protected]> wrote: From: Ignas Iryanto <[email protected]> Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Mengapa PG kalah? To: [email protected] Date: Saturday, April 11, 2009, 12:56 AM Sampai dengan hari hari terakhir, popularitas JK masih paling kecil dibandingkan capres lainnya. Karena itu memastikan capres Golkar adalah JK adalah kesalahan fatal buat Golkar. JK tidak besar hati dan tidak mawas diri. Dia pekerja yang ulet, sigak dan ulung. Itu benar namun dia bukan figur populis yang bisa mendulang suara. Golkar tetap harus mengajukan capres sendiri dan bukan JK, jika Golkar mau besar lagi. Memaksa mengajukan JK tetap jadi capres adalah naif. Memaksa beralih lagi ke demokrat adalah sikap orang yang tidak punya martabat dan hanya punya naluri kekuasaan. majulah dengan capres yang lain dan siaplah jadi opsisi yang profesional jika kalah.5 tahun lagi Golkar akan kembali menjadi yang terbesar. 5 tahun itu tidak lama bung !!!!!!!!! Jk, your time is pass by. Please retreat !!!! Salam, Ignas Iryanto.
